Tantangan Pendidikan 2021

Selasa, 05 Januari 2021 - 05:10 WIB
loading...
A A A
Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke mempunyai variasi etnis yang luar biasa banyak. Di bidang pendidikan, tentunya juga terdapat variasi pencapaian pembelajaran karena perbedaan kualitas guru dan perbedaan kualitas sarana-prasarana belajar antarpulau maupun antarprovinsi. Namun, secara keseluruhan, bila hasil PISA selama bertahun-tahun tidak menunjukkan lompatan nilai yang berarti, maka barangkali kita harus menganalisis ada apa dengan kecerdasan anak Indonesia?

Mungkinkah anak-anak Indonesia kurang cerdas akibat stunting (kurang gizi kronis) semasa kecil? Sangat mungkin. Kurang gizi kronis saat usia balita akan mengganggu perkembangan otak sehingga ketika anak-anak masuk ke usia sekolah daya nalarnya tidak cukup optimal. Itulah sebabnya, usia balita juga disebut golden age period. Pertumbuhan fisik mungkin masih bisa dikejar hingga usia 18 tahun, tetapi perkembangan otak yang optimal sulit tergantikan setelah masa balita terlampaui.

Dunia pendidikan di Tanah Air memang sangat dinamis. Beberapa tahun lalu kita sempat menyelenggarakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang kemudian dihentikan karena berbagai alasan. Kemudian kita sibuk dengan kebijakan dan implementasi ujian nasional (UN) yang setelah berlangsung beberapa tahun akhirnya juga dihentikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud). Bangsa Indonesia tentu berharap bahwa kebijakan pendidikan termasuk perangkat kurikulumnya mampu menciptakan anak Indonesia untuk menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan analisis yang baik untuk menyongsong tantangan zaman. Bonus demografi pada 2030 hendaknya kita songsong dengan manusia Indonesia yang produktif dan berkualitas.

Bonus demografi adalah cerminan dari angka rasio ketergantungan atau dependency ratio, yakni rasio antara kelompok usia yang tidak produktif dan yang produktif (usia 15-64 tahun). Saat puncak bonus demografi, yaitu sekitar 2030, angka rasio ketergantungan tersebut mencapai angka terendah yakni sekitar 44%. Meski memberikan banyak peluang, bonus demografi bisa tidak bernilai apa-apa jika generasi muda kita tidak produktif.

Seperti bangsa-bangsa lain di dunia, Indonesia menyelenggarakan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Bahkan, kini pendidikan anak usia dini juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Adalah suatu langkah positif ketika pemerintah menggratiskan pendidikan dasar 9 tahun secara nasional, yang akan diikuti pendidikan gratis 12 tahun tergantung kekuatan anggaran provinsi masing-masing. Saat ini paling tidak ada tiga provinsi yang menggratiskan pendidikan SMA/SMK, yaitu Jawa Timur, Banten, dan Sumatra Selatan. Akses pendidikan yang semakin mudah akan menjadikan bangsa Indonesia yang semakin terdidik.

Tantangan lain pada 2021 adalah kenyataan bahwa anak-anak usia sekolah semakin melek teknologi. Ini harus diarahkan sehingga kegemaran menggunakan gadget bukan sekadar untuk bermedsos atau main games. Gadget bisa menjadi sumber informasi dan teknologi. Hal ini akan menuntun anak-anak kita untuk menjadi lebih terampil. Dengan kemudahan akses internet, maka siswa tidak perlu lagi mengandalkan sistem hafalan untuk menguasai informasi. Dunia pendidikan justru harus mendorong agar anak-anak bisa lebih berani mengemukakan pendapat dan meningkatkan kemampuan analisis mereka. Seperti halnya sistem pendidikan Barat yang selalu merangsang curiousity atau keingintahuan seorang siswa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hemat BBM, Pemerintah...
Hemat BBM, Pemerintah Bahas Skema WFA bagi ASN dan Belajar Daring bagi Pelajar
Cetta Berkomitmen Memperkuat...
Cetta Berkomitmen Memperkuat Komunitas Belajar Bahasa
Pembelajaran Berpusat...
Pembelajaran Berpusat pada Siswa atau Guru?
Dilema Penerapan Pembelajaran...
Dilema Penerapan Pembelajaran Tatap Muka dan Solusinya
Airlangga: Vaksinasi...
Airlangga: Vaksinasi Anak Bagus untuk Memulai Sekolah Tatap Muka
Menyelamatkan Pendidikan...
Menyelamatkan Pendidikan dari Kesemrawutan
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Rekomendasi
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved