Percepat Produksi Vaksin Corona
Jum'at, 17 April 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, kebutuhan vaksin dalam negeri bisa segera dipenuhi dan menjadi solusi wabah corona. Bahkan jika sudah terpenuhi, bisa digunakan untuk negara-negara lain. Di sisi lain, politikus Partai Golkar ini melihat ditemukannya vaksin anti corona ini bisa memberikan semangat baru bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi ini.
“Ini juga bentuk nasionalisme di bidang kesehatan bagaimana Indonesia juga bisa menghasilkan segala yang dibutuhkan terkait Covid-19. “Dan ini produksi dalam negeri lewat para peneliti kita, melalui kampus dan juga melalui cendekiawan kita yang dihasilkan lewat Bio Farma, dan ini betul menjadi suatu kekuatan dan kebanggaan kita bahwa Bio Farma bisa menghasilkan vaksin anti Covid-19 ini,” ujarnya.
Dengan adanya perkembangan tersebut, dia meyakini Indonesia bisa segera keluar dari krisis pandemi corona. Ini dengan adanya vaksin sebab vaksin merupakan senjata yang ampuh dalam melawan virus corona ini. “Sudah punya vaksin berarti kita sudah punya senjata untuk melawan Covid-19. Vaksin anticacar kita nggak kena cacar, vaksin anti Covid-19 kita nggak kena Covid-19,” tandasnya.
Anggota DPR Komisi VI bidang Badan Usaha Milik Negara Nasril Bahar mengaku sepakat langkah Bio Farma menyiapkan riset dan pengembangan virus anti corona harus didukung. Dia meyakini Bio Farma akan mampu memproduksi vaksin sesuai harapan.
“Dan, Bio Farma ini adalah salah satu BUMN farmasi yang bergerak dalam pembuatan vaksin. Paling tidak gagasan ini positif di situasi sulit sekarang ini meski hasilnya belum bisa kita rasakan langsung sebab dibutuhkan penelitian panjang,” ungkap Nasril kepada SINDO Media di Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, saat ini Amerika Serikat, China, dan negara-negara maju yang lain sedang berlomba menemukan vaksin yang tepat mengatasi penyebaran virus corona. Mereka berani mengeluarkan banyak anggaran demi menemukan solusi corona tersebut. “Bio Farma adalah BUMN khusus yang bergerak di sektor vaksinasi. BUMN lain tentu harus mensupport seperti Kimia Farma dan BUMN farmasi lainnya,” pungkas dia.
Hingga kemarin wabah corona di Tanah Air terus bertambah. Berdasarkan kemutakhiran data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, ada penambahan kasus positif sebanyak 380 kasus. Dengan demikian, total kasus corona menjadi 5.516. Yang menarik, berdasar update tersebut, jumlah penambahan pasien sembuh sebanyak 102 orang sehingga keseluruhan pasien sembuh menjadi 548 orang. Jumlah penambahan itu kali pertama melampaui penambahan warga meninggal, 27 orang, dengan jumlah total korban meninggal sebanyak 496 orang. (Binti Mufarida/Kiswondari/Ichsan Amin)
“Ini juga bentuk nasionalisme di bidang kesehatan bagaimana Indonesia juga bisa menghasilkan segala yang dibutuhkan terkait Covid-19. “Dan ini produksi dalam negeri lewat para peneliti kita, melalui kampus dan juga melalui cendekiawan kita yang dihasilkan lewat Bio Farma, dan ini betul menjadi suatu kekuatan dan kebanggaan kita bahwa Bio Farma bisa menghasilkan vaksin anti Covid-19 ini,” ujarnya.
Dengan adanya perkembangan tersebut, dia meyakini Indonesia bisa segera keluar dari krisis pandemi corona. Ini dengan adanya vaksin sebab vaksin merupakan senjata yang ampuh dalam melawan virus corona ini. “Sudah punya vaksin berarti kita sudah punya senjata untuk melawan Covid-19. Vaksin anticacar kita nggak kena cacar, vaksin anti Covid-19 kita nggak kena Covid-19,” tandasnya.
Anggota DPR Komisi VI bidang Badan Usaha Milik Negara Nasril Bahar mengaku sepakat langkah Bio Farma menyiapkan riset dan pengembangan virus anti corona harus didukung. Dia meyakini Bio Farma akan mampu memproduksi vaksin sesuai harapan.
“Dan, Bio Farma ini adalah salah satu BUMN farmasi yang bergerak dalam pembuatan vaksin. Paling tidak gagasan ini positif di situasi sulit sekarang ini meski hasilnya belum bisa kita rasakan langsung sebab dibutuhkan penelitian panjang,” ungkap Nasril kepada SINDO Media di Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, saat ini Amerika Serikat, China, dan negara-negara maju yang lain sedang berlomba menemukan vaksin yang tepat mengatasi penyebaran virus corona. Mereka berani mengeluarkan banyak anggaran demi menemukan solusi corona tersebut. “Bio Farma adalah BUMN khusus yang bergerak di sektor vaksinasi. BUMN lain tentu harus mensupport seperti Kimia Farma dan BUMN farmasi lainnya,” pungkas dia.
Hingga kemarin wabah corona di Tanah Air terus bertambah. Berdasarkan kemutakhiran data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, ada penambahan kasus positif sebanyak 380 kasus. Dengan demikian, total kasus corona menjadi 5.516. Yang menarik, berdasar update tersebut, jumlah penambahan pasien sembuh sebanyak 102 orang sehingga keseluruhan pasien sembuh menjadi 548 orang. Jumlah penambahan itu kali pertama melampaui penambahan warga meninggal, 27 orang, dengan jumlah total korban meninggal sebanyak 496 orang. (Binti Mufarida/Kiswondari/Ichsan Amin)
(ysw)
Lihat Juga :