Usut Penembakan, Komnas HAM Minta FPI Hadirkan 4 Laskarnya

Senin, 21 Desember 2020 - 19:12 WIB
loading...
Usut Penembakan, Komnas...
Komnas HAM akan kembali memanggil saksi terkait dengan kasus penembakan Laskar Khusus FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Komnas HAM akan kembali memanggil saksi terkait dengan kasus penembakan Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020.

Salah satu yang akan dipanggil dalam pendalaman saksi adalah empat anggota laskar FPI yang melarikan diri saat peristiwa tersebut. “Itu yang akan kami panggil, dan kami juga meminta FPI jangan ada saksi yang diumpetin,” kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung, Senin (21/12/2020).

Menurut dia, keterangan empat orang saksi tersebut sangat penting karena ada di lokasi saat kejadian. Oleh karena itu, dia meminta FPI segera menghadirkan empat orang tersebut agar membuat kasus ini menjadi jelas. “Saksi itu pastinya kita minta ke FPI karena tidak tidak mau ada yang ditutupi oleh FPI maupun kepolisian,” katanya.(Baca juga: Komnas HAM Cek Fisik Mobil Laskar FPI dan Polisi )

Bekam menjelaskan, selain keterangan empat orang itu, Komnas HAM juga akan meminta keterangan pihak keluarga laskar yang akan dimintai keterangan kembali. “Tadi pagi sudah hadir di Komnas HAM, dan kita akan mintai kembali keterangan pihak keluarga,” tuturnya.

Pihaknya sudah meinta komitmen kepada Polri dan FPI untuk bisa memberikan keterangan secara terbuka hingga pihaknya bisa membuat terang kasus tersebut. Selain saksi, pihaknya juga akan menunggu hasil uji balistik dari senjata yang diduga milik anggota Laskar Khusus FPI. “Apa pun hasilnya akan kami buka ke publik,” katanya. (Baca juga: Keluarga Izinkan Komnas HAM Autopsi Ulang Jenazah Laskar FPI)
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Roy Suryo dan dr Tifa...
Roy Suryo dan dr Tifa Layangkan Surat ke Komnas HAM Senin, Ini Isinya
Komnas HAM: Penyerang...
Komnas HAM: Penyerang Andrie Yunus Pakai Identitas Anak-anak hingga Lansia untuk Samarkan Jejak
Komnas HAM Ungkap 5...
Komnas HAM Ungkap 5 Pelanggaran HAM Aparat Negara di Kasus Andrie Yunus
Komnas HAM: Serangan...
Komnas HAM: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Terkoordinasi
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans
Rekomendasi
Sooyoung SNSD dan Jung...
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Putus setelah 14 Tahun Pacaran
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Berita Terkini
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved