Iuran BPJS Dinaikkan Lagi, Pemerintah Tak Dengar Jeritan Hati Rakyat

Rabu, 13 Mei 2020 - 15:54 WIB
loading...
Iuran BPJS Dinaikkan...
Politikus Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menilai pemerintah tidak mendengarkan jeritan hati masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat (PD) Dede Yusuf Macan Effendi menilai pemerintah tidak mendengarkan jeritan hati masyarakat. Pendapat Dede Yusuf tersebut menyikapi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Sebab, beberapa bulan lalu, Mahkamah Agung (MA) sempat membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. "Ketika MA sudah membatalkan, maka semestinya pemerintah mengikuti, apa yang sudah diputuskan itu," ujar Dede Yusuf kepada wartawan, Rabu (13/5/2020). (Baca juga: Perpres 64/2020 Diteken, Ini Rincian Kenaikan Iuran BPJS Per 1 Juli 2020)

Dia melanjutkan, ketika Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan diterbitkan, maka Presiden Jokowi tahu secara sengaja menaikkan iuran BPJS Kesehatan itu. "Di tengah COVID-19 seperti ini mestinya bukan malah memberatkan masyarakat, tapi seharusnya ada relaksasi dari pemerintah. Oleh karena itu, saya anggap pemerintah tak mendengar jeritan hati masyarakat," ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR ini. (Baca juga: Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemerintah Dinilai Abaikan Putusan MA)

Dia pun berpendapat, Komisi IX DPR perlu memanggil pemerintah untuk menanyakan alasan menaikkan iuran BPJS Kesehatan itu kembali di tengah pandemi Corona. "Waktu itu naik lalu dibatalkan, lalu sekarang dinaikkan lagi, mungkin ini asumsi saya pemerintah sedang tidak ada dana untuk tambah subsidi karena subsidi mencapai Rp20 triliun," ujarnya.

Maka itu, menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan kepada DPR tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu. "Jangan secara diam-diam buat perpres, itu yang saya katakan tidak dengar jeritan hati rakyat," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved