25 Calon Tunggal Dipastikan Menang Lawan Kotak Kosong
Sabtu, 12 Desember 2020 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Target menang Pilkada Pematangsiantar dengan perolehan suara di atas 70% berhasil dicapai pasangan calon tunggal Asner Silalahi- Susanti.
Pasangan yang diusung koalisi gemuk PDIP, Golkar, Hanura, Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKPI itu meraih 87.764 suara atau 77,42%. Sedangkan kotak kosong yang menjadi rivalnya meraih 25.593 suara atau 22,58%.
Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Asner-Susanto, Ferry SP Sinamo mengatakan optimistis meraih kemenangan di Pilkada Pematangsiantar dengan perolehan suara 70%-80 %. "Optimistis pasangan calon tunggal Pilkada Pematangsiantar 2020, Asner-Susanti, meraih kemenangan dengan perolehan suara 70%-80%," sebut Ferry. (Lihat videonya: HRS Ditetapkan Tersangka)
Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai ada sejumlah masalah dalam upaya penyehatan demokrasi di Indonesia. "Kita bukan hanya sakit tetapi semakin sakit, terpental, dan krisis jiwa," ujarnya.
Dia menerangkan, munculnya dinasti politik dan calon tunggal dalam pilkada dipelopori oleh elite politik. Situasi ini tentu sangat memprihatinkan karena semakin menggambarkan kuatnya oligarki politik dan bisnis. (M Yamin/Rahmatullah/Solichan Arif/Ricky F Hutapea/Fahmi Bahtiar)
Pasangan yang diusung koalisi gemuk PDIP, Golkar, Hanura, Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKPI itu meraih 87.764 suara atau 77,42%. Sedangkan kotak kosong yang menjadi rivalnya meraih 25.593 suara atau 22,58%.
Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Asner-Susanto, Ferry SP Sinamo mengatakan optimistis meraih kemenangan di Pilkada Pematangsiantar dengan perolehan suara 70%-80 %. "Optimistis pasangan calon tunggal Pilkada Pematangsiantar 2020, Asner-Susanti, meraih kemenangan dengan perolehan suara 70%-80%," sebut Ferry. (Lihat videonya: HRS Ditetapkan Tersangka)
Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai ada sejumlah masalah dalam upaya penyehatan demokrasi di Indonesia. "Kita bukan hanya sakit tetapi semakin sakit, terpental, dan krisis jiwa," ujarnya.
Dia menerangkan, munculnya dinasti politik dan calon tunggal dalam pilkada dipelopori oleh elite politik. Situasi ini tentu sangat memprihatinkan karena semakin menggambarkan kuatnya oligarki politik dan bisnis. (M Yamin/Rahmatullah/Solichan Arif/Ricky F Hutapea/Fahmi Bahtiar)
(ysw)
Lihat Juga :