Mahkamah Agung Bebaskan Tiga Eks Komisioner KPID Jakarta

Jum'at, 11 Desember 2020 - 14:09 WIB
loading...
Mahkamah Agung Bebaskan...
Gedung Mahkamah Agung. Foto: SINDOnews/Sabir Laluhu
A A A
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) kembali membebaskan mantan komisioner KPID Provinsi DKI Jakarta dan kali ini langsung tiga orang sekaligus yakni Yulianto Widirahardjo, Siti Mariam, dan Mohammad Dawam di tahap kasasi.

Sebelumnya berdasarkan putusan kasasi Nomor: 4171 K/Pid.Sus/2019, MA lebih dulu membebaskan mantan ketua Komisi Informasi Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta Farhan Yunus Basyarahil. Putusan Yulianto Widirahardjo, Siti Mariam, dan Mohammad Dawam di tahap kasasi dalam tiga berkas terpisah. Masing-masing Nomor: 4167 K/Pid.Sus/2019 atas nama Yulianto, Nomor: 4169 K/Pid.Sus/2019 atas nama Mariam, dan Nomor: 4173 K/Pid.Sus/2019 atas nama Dawam. (Baca juga: Keok Lawan 3 Warga, Pemprov DKI Diperintahkan MA Bayar Ganti Rugi Rp1,2 Miliar)

Meski begitu, majelis hakim agung kasasi yang menangani dan mengadili perkara ketiganya sama yang dipimpin langsung oleh Ketua Kamar Pengawasan MA Andi Samsan Nganro dengan anggota Krisna Harahap dan Leopold Luhut Hutagalung. Putusan kasasi atas nama Yulianto, Mariam, dan Dawam pun diputuskan dalam rapat permusyawaratan majelis hakim oleh tiga majelis tersebut di saat yang sama yakni Selasa, 18 Februari 2020. Putusan ketiganya diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh ketua majelis yang dihadiri dua hakim anggota serta Maruli Tumpal Sirait sebagai panitera pengganti. Saat pengucapan putusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) dan tiga terdakwa tidak hadir. (Baca juga: 5 Pertimbangan MA Menangkan 3 Warga dan Perintahkan Pemprov DKI Bayar Rp1,2 Miliar)

Majelis hakim agung kasasi menegaskan, telah membaca secara saksama salinan dakwaan dan tuntutan atas nama Yulianto, Mariam, dan Dawam, putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta atau pengadilan tingkat pertama atas nama Yulianto, Mariam, dan Dawam serta memori kasasi dan alasan-alasan yang diajukan JPU, dan surat-surat lain yang bersangkutan. Majelis hakim agung kasasi menyatakan, alasan kasasi pemohon kasasi yakni JPU pada Kejari Jakpus tidak dapat dibenarkan karena judex facti dalam hal Pengadilan Tipikor Jakarta tidak salah dalam menerapkan hukum. Menurut majelis, putusan judex facti dalam perkara atas nama Yulianto, Mariam, dan Dawam tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang.

Karenanya, majelis menyatakan, permohonan kasasi dari JPU dinyatakan ditolak. Majelis membeberkan, ada masing-masing 9 pertimbangan majelis menolak kasasi terkait dengan perkara atas nama Yulianto, Mariam, dan Dawam untuk menolak kasasi JPU. "Mengadili, satu, menolak permohonan kasasi Pemohon Kasasi/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tersebut. Dua, membebankan biaya perkara pada seluruh tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi dibebankan kepada Negara," tegas Ketua Majelis Hakim Agung Kasasi Andi Samsan Nganro saat pengucapan putusan, sebagaimana dikutip KORAN SINDO dan MNC News Portal, di Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Kecewa! Kasasi Nikita...
Kecewa! Kasasi Nikita Mirzani Kandas di MA, Kuasa Hukum Siapkan Serangan Balik
Bukan Takut Kalah, Keenan...
Bukan Takut Kalah, Keenan Nasution Cabut Kasasi Gugatan Nuansa Bening Karena Alasan Kemanusiaan
Rekomendasi
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Kedekatan Fuji dan Rakin...
Kedekatan Fuji dan Rakin Khan Disorot, Begini Respons Haji Faisal
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Berita Terkini
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak, Refly Harun Nilai Substansi Alat Bukti Tak Dijawab Hakim
Mendiktisaintek Diminta...
Mendiktisaintek Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Plagiasi Guru Besar Teknik Unsoed
Prabowo Pimpin Sidang...
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Praperadilannya Ditolak,...
Praperadilannya Ditolak, Roy Suryo: Semoga Hakim Diberi Pencerahan di Sidang Berikutnya
KPK Tangkap Bupati Lombok...
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved