Kemenkes Ingatkan Penyakit Tidak Menular Silent Killer di Masa Pandemi COVID-19
Kamis, 10 Desember 2020 - 14:34 WIB
loading...
Kemenkes mengingatkan semua orang yang mengidap PTM meliputi penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, asma, thalasemia dan lain sebagainya untuk waspada pada saat pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes , Cut Putri Arianie mengingatkan semua orang yang mengidap penyakit tidak menular ( PTM ) meliputi penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, asma, thalasemia dan lain sebagainya untuk waspada pada saat pandemi COVID-19 .
Penyakit ini, kata Cut, sekarang menjadi pembunuh terbesar dan pembiayaan kesehatan tertinggi. “Penyakit ini kita ketahui disebabkan oleh metabolik, gangguan lingkungan dan perilaku individu. Di masa pandemi juga penyakit ini menjadi komorbid atau penyakit penyerta COVID-19 dengan kematian yang cukup tinggi. Dan penyakit tidak menular ini sering juga disebut sebagai the silent killer,” ungkapnya pada Webinar Kesehatan Perempuan Indonesia Cerdik Keluarga Sehat Cegah Penyakit Tidak Menular Cegah Komorbid COVID-19, Kamis (10/12/2020). (Baca juga: Menkes Dorong Perempuan Pantau Kesehatan Keluarga Cegah Orang dengan PTM Terpapar COVID-19)
Kenapa orang dengan penyakit ini rentan terinfeksi di masa pandemi COVID-19? “Semuanya bermuara pada rendahnya fungsi kekebalan tubuh. Sehingga menurunnya imunitas tubuh seorang penyandang PTM. Karena penyakit tidak menular ketika sudah diidap oleh seseorang, dia akan bersifat permanen,” jelas Cut.
Nah, lanjut Cut, penyakit yang mempunyai sifat permanen ini akan mengalami gangguan fungsi organ tubuhnya. Sehingga ini juga bermuara pada menurunnya fungsi kekebalan tubuhnya.
“Sehingga, seringkali diimbau kepada orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta di masa pandemi untuk tetap berada di rumah, tidak perlu keluar apabila tidak perlu, terapkan protokol kesehatan,” katanya.
Penyakit ini, kata Cut, sekarang menjadi pembunuh terbesar dan pembiayaan kesehatan tertinggi. “Penyakit ini kita ketahui disebabkan oleh metabolik, gangguan lingkungan dan perilaku individu. Di masa pandemi juga penyakit ini menjadi komorbid atau penyakit penyerta COVID-19 dengan kematian yang cukup tinggi. Dan penyakit tidak menular ini sering juga disebut sebagai the silent killer,” ungkapnya pada Webinar Kesehatan Perempuan Indonesia Cerdik Keluarga Sehat Cegah Penyakit Tidak Menular Cegah Komorbid COVID-19, Kamis (10/12/2020). (Baca juga: Menkes Dorong Perempuan Pantau Kesehatan Keluarga Cegah Orang dengan PTM Terpapar COVID-19)
Kenapa orang dengan penyakit ini rentan terinfeksi di masa pandemi COVID-19? “Semuanya bermuara pada rendahnya fungsi kekebalan tubuh. Sehingga menurunnya imunitas tubuh seorang penyandang PTM. Karena penyakit tidak menular ketika sudah diidap oleh seseorang, dia akan bersifat permanen,” jelas Cut.
Nah, lanjut Cut, penyakit yang mempunyai sifat permanen ini akan mengalami gangguan fungsi organ tubuhnya. Sehingga ini juga bermuara pada menurunnya fungsi kekebalan tubuhnya.
“Sehingga, seringkali diimbau kepada orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta di masa pandemi untuk tetap berada di rumah, tidak perlu keluar apabila tidak perlu, terapkan protokol kesehatan,” katanya.
Lihat Juga :