Tembak Mati 6 Anggota FPI, Komnas HAM Periksa Polisi Pekan Depan
Kamis, 10 Desember 2020 - 07:47 WIB
loading...
Anggota Komnas HAM Choirul Anam menyatakan pemeriksaan terhadap polisi dalam rangkaian investigasi kasus penembakan enam anggota FPI dijadwalkan bisa dilakukan pekan depan. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) akan memeriksa polisi yang terlibat kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) pekan depan. "Iya, Minggu depan. Semoga bisa awal Minggu depan," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat dikonfirmasi, Kamis (10/12/2020).
Ia menambahkan, saat ini Komnas HAM tengah merampungkan penelusuran di lokasi penembakan hingga pengambilan keterangan saksi-saksi dari FPI pada pekan ini. "Minggu ini mau menyelesaikan TKP," tandasnya.
(Baca: 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Komnas HAM Dapatkan Fakta Baru di TKP)
Sebelumnya, Komnas HAM telah menelusuri lokasi penembakan enam anggota FPI kawasan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. "Komnas HAM telah melakukan penelusuran sejak lusa kemarin, lusa kami mengambil keterangan dari FPI dan saksi. Kemarin kami menyusuri TKP dan sekitarnya," kata Anam, Rabu 9 Desember 2020.
Di lokasi, kata Anam, dirinya mendapatkan beberapa fakta baru. Namun, ia belum bisa membeberkan kepada publik. "Beberapa hal penting untuk merekonstruksi peristiwa kami dapatkan, namun masih perlu pendalaman," tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini Komnas HAM tengah merampungkan penelusuran di lokasi penembakan hingga pengambilan keterangan saksi-saksi dari FPI pada pekan ini. "Minggu ini mau menyelesaikan TKP," tandasnya.
(Baca: 6 Anggota FPI Ditembak Mati, Komnas HAM Dapatkan Fakta Baru di TKP)
Sebelumnya, Komnas HAM telah menelusuri lokasi penembakan enam anggota FPI kawasan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. "Komnas HAM telah melakukan penelusuran sejak lusa kemarin, lusa kami mengambil keterangan dari FPI dan saksi. Kemarin kami menyusuri TKP dan sekitarnya," kata Anam, Rabu 9 Desember 2020.
Di lokasi, kata Anam, dirinya mendapatkan beberapa fakta baru. Namun, ia belum bisa membeberkan kepada publik. "Beberapa hal penting untuk merekonstruksi peristiwa kami dapatkan, namun masih perlu pendalaman," tegasnya.
Lihat Juga :