Tahapan Pilkada Masih Panjang, Tetap Waspada Covid-19!
Kamis, 10 Desember 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
“Begitu ada pelanggaran, langsung diingatkan. Jangan tunggu ada pelanggaran. Sebelum ada pelanggaran, didahului peringatan-peringatan. Insya Allah, kalau ini bisa kita lakukan, semua akan berjalan baik. Berjalan lancar,” tandasnya.
Doni kembali mengingatkan, meski kepatuhan prokes di pilkada cukup baik, tidak boleh berpuas diri. Apalagi, tahapan-tahapan pilkada belum berakhir. Bahkan, proses penghitungan suara pilkada yang masih berlangsung berpotensi menimbulkan kerumunan. (Baca juga: Investasi Kunci Bangkitnya Ekonomi di 2021)
"Kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan masih tetap ada. Oleh karenanya, jangan lengah, jangan kendur. Kami meminta siapa pun untuk tidak segan menegur jika ada yang tidak menjalankan protokol kesehatan saat penyelenggaraan pilkada. Selalu cerewet, selalu nyinyir, selalu mengingatkan," katanya.
Sementara dari Bandung, Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil menilai penerapan prokes di Pilkada Serentak 2020 dalam wilayah Provinsi Jawa Barat umumnya sudah baik. Ridwan Kamil sendiri sempat meninjau langsung dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bandung. Lokasi pertama, yakni tempat pemungutan suara (TPS) 5 di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Dan lokasi kedua, yakni TPS 8 yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
"Secara umum, prosedur sudah baik yah. Orang datang cuci tangan dulu, kemudian dites suhu, pake sarung tangan plastik. Kemudian, para petugas saya lihat juga ditambahi face shield untuk menguatkan prosedur kesehatan," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil ini. (Lihat videonya: HRS Beri Pernyataan tentang Detik-detik Penembakan laskar FPI)
Selain menerapkan prokes ketat di TPS, Kang Emil juga memastikan bahwa seluruh petugas yang terlibat dalam pemungutan hingga penghitungan suara nanti sudah menjalani tes dengan hasil negatif Covid-19. (Dita Angga/Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
Doni kembali mengingatkan, meski kepatuhan prokes di pilkada cukup baik, tidak boleh berpuas diri. Apalagi, tahapan-tahapan pilkada belum berakhir. Bahkan, proses penghitungan suara pilkada yang masih berlangsung berpotensi menimbulkan kerumunan. (Baca juga: Investasi Kunci Bangkitnya Ekonomi di 2021)
"Kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan masih tetap ada. Oleh karenanya, jangan lengah, jangan kendur. Kami meminta siapa pun untuk tidak segan menegur jika ada yang tidak menjalankan protokol kesehatan saat penyelenggaraan pilkada. Selalu cerewet, selalu nyinyir, selalu mengingatkan," katanya.
Sementara dari Bandung, Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil menilai penerapan prokes di Pilkada Serentak 2020 dalam wilayah Provinsi Jawa Barat umumnya sudah baik. Ridwan Kamil sendiri sempat meninjau langsung dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bandung. Lokasi pertama, yakni tempat pemungutan suara (TPS) 5 di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Dan lokasi kedua, yakni TPS 8 yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
"Secara umum, prosedur sudah baik yah. Orang datang cuci tangan dulu, kemudian dites suhu, pake sarung tangan plastik. Kemudian, para petugas saya lihat juga ditambahi face shield untuk menguatkan prosedur kesehatan," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil ini. (Lihat videonya: HRS Beri Pernyataan tentang Detik-detik Penembakan laskar FPI)
Selain menerapkan prokes ketat di TPS, Kang Emil juga memastikan bahwa seluruh petugas yang terlibat dalam pemungutan hingga penghitungan suara nanti sudah menjalani tes dengan hasil negatif Covid-19. (Dita Angga/Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
(ysw)
Lihat Juga :