Pemerintah Diminta Percepat Uji Klinis Vaksin Corona
Kamis, 10 Desember 2020 - 07:14 WIB
loading...
Foto: dok/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Hadirnya sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 produksi Sinovac , China memberikan harapan baru bagi masyarakat atas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 9 bulan. Karena itu, pemerintah diminta untuk mempercepat proses uji klinis vaksin sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
![Pemerintah Diminta Percepat Uji Klinis Vaksin Corona]()
"Tentu kita patut bersyukur karena vaksin sudah datang, tinggal pemerintah, MUI dan stakeholder terkait untuk mempercepat uji klinisnya sehingga vaksin ini bisa segera dipakai atau diedarkan di masyarakat," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, kemarin. (Baca: Begini Adab serta Doa Keluar Masuk Masjid)
Politikus yang akrab disapa Gus Jazil ini juga menekankan bahwa dari sisi harga, pihaknya meminta agar tidak dipatok terlalu tinggi sehingga justru menjadi beban bagi masyarakat. "Dari sisi harga vaksin, jangan sampai ada kesan pemerintah berbisnis vaksin," tuturnya.
Pemerintah juga diminta untuk memberikan subsidi bagi masyarakat kurang mampu, dan menggratiskan bagi masyarakat miskin. "Tentu harus ada yang disubsidi, tapi tidak semua. Artinya masyarakat yang tidak berkemampuan dan rentan itu yang diutamakan dan diberi subsidi," katanya.

"Tentu kita patut bersyukur karena vaksin sudah datang, tinggal pemerintah, MUI dan stakeholder terkait untuk mempercepat uji klinisnya sehingga vaksin ini bisa segera dipakai atau diedarkan di masyarakat," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, kemarin. (Baca: Begini Adab serta Doa Keluar Masuk Masjid)
Politikus yang akrab disapa Gus Jazil ini juga menekankan bahwa dari sisi harga, pihaknya meminta agar tidak dipatok terlalu tinggi sehingga justru menjadi beban bagi masyarakat. "Dari sisi harga vaksin, jangan sampai ada kesan pemerintah berbisnis vaksin," tuturnya.
Pemerintah juga diminta untuk memberikan subsidi bagi masyarakat kurang mampu, dan menggratiskan bagi masyarakat miskin. "Tentu harus ada yang disubsidi, tapi tidak semua. Artinya masyarakat yang tidak berkemampuan dan rentan itu yang diutamakan dan diberi subsidi," katanya.
Lihat Juga :