Diperintahkan Siapkan Simulasi Pelonggaran, Doni Monardo Lakukan 4 Langkah Ini
Selasa, 12 Mei 2020 - 16:11 WIB
loading...
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk mengkaji pelonggaran dalam penanganan Covid-19. Sehingga, pada saat diterapkan dapat benar-benar dilaksanakan.
"Bapak Presiden telah berikan instruksi kepada Gugus Tugas untuk menyiapkan suatu simulasi. Ini agar apabila kita melakukan langkah-langkah pelonggaran, maka tahapan-tahapannya harus jelas. Kemudian juga setiap fase ada yang harus dilakukan," katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (12/5/2020).
Dia mengatakan, ada empat hal yang dilakukan dalam menyiapkan simulasi pelonggaran. Langkah pertama adalah mengkaji prakondisi melalui sejumlah rangkaian kajian akademis.
"Melibatkan pakar epidemiologis, pakar kesehatan masyarakat, pakar sosiologi, pakar komunikasi publik, dan yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Sehingga perhitungan-perhitungan yang mereka sampaikan itu bisa ditangkap oleh pemerintah," ungkapnya. (Baca juga: 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa ).
Doni juga mengatakan bahwa Gugus Tugas akan bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk mendapatkan data akurat, utamanya di delapan provinsi. Dia juga akan melibatkan tokoh lainnya.
"Bapak Presiden telah berikan instruksi kepada Gugus Tugas untuk menyiapkan suatu simulasi. Ini agar apabila kita melakukan langkah-langkah pelonggaran, maka tahapan-tahapannya harus jelas. Kemudian juga setiap fase ada yang harus dilakukan," katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (12/5/2020).
Dia mengatakan, ada empat hal yang dilakukan dalam menyiapkan simulasi pelonggaran. Langkah pertama adalah mengkaji prakondisi melalui sejumlah rangkaian kajian akademis.
"Melibatkan pakar epidemiologis, pakar kesehatan masyarakat, pakar sosiologi, pakar komunikasi publik, dan yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Sehingga perhitungan-perhitungan yang mereka sampaikan itu bisa ditangkap oleh pemerintah," ungkapnya. (Baca juga: 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa ).
Doni juga mengatakan bahwa Gugus Tugas akan bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk mendapatkan data akurat, utamanya di delapan provinsi. Dia juga akan melibatkan tokoh lainnya.
Lihat Juga :