Pengamat: Begini Perasaan Gerindra Jika Menteri Kelautan Dikasih Partai Lain

Jum'at, 27 November 2020 - 09:11 WIB
loading...
Pengamat: Begini Perasaan...
Direktur Eksekutif IPR Ujang Komarudin memprediksi bakal terjadi perang dingin antara Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi jika pengganti Edhy Prabowo dari partai lain. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini dijabat sementara oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Luhut menjabat sementara karena menteri kelautan dan perikanan sebelumnya, Edhy Prabowo ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.

Siapa yang bakal menduduki menteri kelautan dan perikanan definitif pengganti Edhy Prabowo belum diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apakah masih jatah bagi Partai Gerindra, atau diberikan ke partai lain, atau untuk kalangan profesional, itu merupakan hak prerogatif presiden. (Baca juga: Mencari Sosok Ideal Menteri Kelautan dan Perikanan Pengganti Edhy Prabowo)

Lalu, seperti apa perasaan Partai Gerindra jika nantinya kursi menteri kelautan dan perikanan pengganti Edhy Prabowo itu diberikan Presiden Jokowi ke partai lain? Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memberikan prediksinya. "Akan perang dingin antara Prabowo dan Jokowi. Akan saling curiga dan akan saling cari-cari kesalahan masing-masing. Perasaannya tentu tak nyaman. Dan mungkin akan buat perhitungan dengan caranya sendiri," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: Luhut Tak Akan Lama Rangkap Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan)

Jika kursi menteri kelautan dan perikanan pengganti Edhy Prabowo itu diberikan ke partai lain, dia memprediksi bahwa Partai Gerindra akan mengatur strategi agar partai tetap terjaga dan agar elektabilitas Prabowo Subianto juga tidak turun. "Sikapnya hanya ada dua kemungkinan. Bisa melunak. Atau bisa juga sebaliknya keras dalam mengkritik pemerintah. Atau bisa juga ada sikap lain, yaitu main di tengah," pungkasnya. (Baca juga: Soal Pengganti Edhy Prabowo di KKP, Gerindra Serahkan ke Jokowi)

Sekadar diketahui, Edhy Prabowo menjadi salah satu dari tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster. Edhy Prabowo ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu 25 November 2020 dini hari saat kembali dari Honolulu, Amerika Serikat.

Edhy Prabowo bersama lima orang lainnya sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved