'Kalapisme' Masyarakat Kota

Selasa, 24 November 2020 - 10:54 WIB
loading...
A A A
Ketika sudah sampai pada taraf relasi yang emosional, akhirnya manusia melakukan tindakan-tindakan yang kadang di luar nalar rasional. Tindakan-tindakan ini seperti semakin mendapatkan pembenaran karena adanya pengakuan eksistensial di luar sana, yang diproses melalui suatu ekspose menggunakan media sosial. Ekstraksi media sosial dalam menghubungkan manusia yang irrasional dengan produk dan kemudian mendapatkan pengikutnya, menyebabkan negasi atas tindakan irrasional itu seperti tidak berlaku lagi.

Tindakan ini, jika kemudian semakin dilakukan berulang, sering dan terus menerus, bisa dikatakan sebagai suatu ekspresi kalap. Kalap sendiri dalam KBBI diartikan sebagai (keadaan) lupa diri atau bingung, dan (bahkan) gila. Artinya, ekspresi ini hadir pada seseorang yang terlihat tidak memiliki kesadaran sepenuhnya atas apa yang dilakukannya.

Celakanya, tindakan kalap itu seperti dijadikan standar untuk mengulang lagi dan lagi. Begitu seterusnya. Jika sudah seperti ini, mereka yang dengan senang dan riang gembira melakukannya bisa disebut sebagai “kalapisme”.

Sebagaimana “isme” yang lain, kalapisme seperti memiliki penganut atau pengikutnya. Para kalapisme akan melakukan tindakan apa pun yang menurut kerangka rasionalitas mereka masuk di akal. Coba saja buktikan, untuk apa menghadiri penutupan sebuah gerai makanan cepat saji bahkan sampai mengabaikan protokol kesehatan. Atau, untuk apa sampai berkerumun dari pagi buta agar dapat produk ponsel baru. Semua ada penjelasannya di hadapan para pelaku, yang bagi sebagian dari kita justru terkesan aneh.

Tentu saja bagi produsen isu atau produk, kehadiran para kalapisme merupakan keuntungan. Sebab, mereka adalah entitas yang mencoba mengaitkan diri dan emosi mereka pada produk buatan mereka. Jadi, ketika para kalapisme memberikan subjek (nyawa) pada produknya, mereka ini justru tengah tersenyum menikmati keuntungan yang terus-menerus dikeluarkan oleh kalapis (sebutan untuk pelaku kalapisme).

Kaum kalapisme merupakan subjek dan objek sekaligus. Mereka sudah lama mengalami proses transformasi pribadi yang awalnya dihasilkan karena mereka menentang suara akal budi rasional murni, menjadi pribadi baru yang membangun struktur dan sistem logisnya sendiri. Sistem logis mereka semakin kuat karena secara sosial mendapatkan dukungan moril dari kalapis lainnya. Bahkan, upaya-upaya pelembagaan atas tindakan mereka dibuat dalam bentuk komunitas-komunitas atau sejenis itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
Suryopratomo Ungkap...
Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya
MUI Minta Pejabat Kedepankan...
MUI Minta Pejabat Kedepankan Gaya Hidup Sederhana, Hindari Flexing meski Cuma untuk Konten
Survei YouGov: Gen Z...
Survei YouGov: Gen Z Banyak Alokasikan Pengeluaran untuk Gaya Hidup
Denny JA Sebut Kesehatan...
Denny JA Sebut Kesehatan Holistik dan Spiritualitas Jadi Tren di 2024
Jangan Lewatkan Malam...
Jangan Lewatkan Malam Ini, Korupsi SYL, Gaya Hidup Pejabat Kita? di Interupsi Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, dan Narasumber Kredibel, Live Hanya di iNews
Plogging Jadi Tren Gaya...
Plogging Jadi Tren Gaya Hidup Aktif yang Padukan Olahraga dan Peduli Lingkungan
Perlindungan Kacamata...
Perlindungan Kacamata Kini Jadi Kebutuhan Penunjang Gaya Hidup Modern
Gaya Hidup Praktis dan...
Gaya Hidup Praktis dan Estetis Jadi Tren Hunian Generasi Muda
Rekomendasi
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved