Selain Turun Tangan, Jokowi Diharapkan Dapat Mendinginkan Situasi Politik

Senin, 23 November 2020 - 04:50 WIB
loading...
Selain Turun Tangan,...
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus turun tangan terkait situasi yang belakangan ini terjadi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah pulang ke Indonesia, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terus menjadi sorotan usai dapat mengumpulkan massa dan dianggap membuat pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 (virus Corona).

(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Kemenkes Siapkan Penambahan Ruang Perawatan)

Tak sampai di situ, bahkan baliho-baliho bergambar Habib Rizieq pun diturunkan oleh aparat TNI hingga ancaman pembubaran FPI. (Baca juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)

Mengenai hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus turun tangan terkait situasi yang belakangan ini terjadi.

"Tak ada pilihan bagi presiden. Selain turun tangan untuk mendinginkan situasi politik yang sedang panas ini," kata Ujang kepada Okezone di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Ujang menekankan, dengan Presiden Jokowi dapat bersuara terkait situasi yang berhubungan dengan Habib Rizieq, diyakini meredam tensi politik yang makin hari makin tinggi.

"Jika presiden yang turun, maka aparat negara akan ikut. Dan mudah-mudahan rakyat juga ikut dengan pertintah dan statementnya," beber dia.

Selain itu, kata Ujang, jika Presiden sudah memberikan statment terkait Habib Rizieq. Paling tidak semua pihak akan menahan diri dan tak saling berargumentasi.

"Jika sudah ada peringatan dari presiden. Paling tidak semua pihak akan bisa menahan diri," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Buka Rakernis Reskrim,...
Buka Rakernis Reskrim, Kapolri Instruksikan Ciptakan Rasa Aman dan Keadilan untuk Masyarakat
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Polri Kerahkan Ratusan...
Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Malut untuk Redam Konflik
Pentagon Tetapkan Kontraktor...
Pentagon Tetapkan Kontraktor AI Anthropic sebagai Risiko Keamanan Nasional
Trump Gagalkan Akuisisi...
Trump Gagalkan Akuisisi Chip HieFo-Emcore, Alasan Keamanan dan Kekhawatiran Terkait China
Rekomendasi
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Berita Terkini
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved