Jelang Coblosan Pilkada, Pemerintah dan Penyelenggara Diminta Awasi ASN
Jum'at, 20 November 2020 - 20:28 WIB
loading...
Politikus PKS Mardani Ali Sera meminta pemerintah dan penyelenggara mengawasi ASN menjelang hari pencoblosan pilkada. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Waktu pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tinggal 19 hari lagi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah dan penyelenggara pilkada memperhatikan beberapa hal.
Ada dua isu penting, yakni netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pemerintah dan penyelenggara pilkada harus terus mengawasi ASN.
Tujuannya, agar mereka tetap menjaga netralitas dan tidak memihak kepada salah satu calon. “Netralitas ASN dan penyelenggara pemilu merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pilkada 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).
(Baca: Jelang Pencoblosan Pilkada Serentak, Netralitas ASN Makin Disorot)
Tentu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan penyelenggara, tapi peran aktif masyarakat pun dibutuhkan dalam mengawasi perilaku ASN. Pilkada serentak 2020 ini akan dihelat di 270 daerah dengan waktu pemungutan suara pada 9 Desember nanti.
Ada dua isu penting, yakni netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pemerintah dan penyelenggara pilkada harus terus mengawasi ASN.
Tujuannya, agar mereka tetap menjaga netralitas dan tidak memihak kepada salah satu calon. “Netralitas ASN dan penyelenggara pemilu merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pilkada 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).
(Baca: Jelang Pencoblosan Pilkada Serentak, Netralitas ASN Makin Disorot)
Tentu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan penyelenggara, tapi peran aktif masyarakat pun dibutuhkan dalam mengawasi perilaku ASN. Pilkada serentak 2020 ini akan dihelat di 270 daerah dengan waktu pemungutan suara pada 9 Desember nanti.
Lihat Juga :