Vaksin Covid-19 Keniscayaan

Kamis, 19 November 2020 - 07:09 WIB
loading...
A A A
“Tentu dengan kemajuan ini kita tidak akan menjadi negara trader atau sebatas pengimpor. Kita harus mampu memiliki terobosan, dan untuk diketahui kita sudah mampu mengekspor vaksin ke 140 negara. Indonesia jadi negara rujukan di OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk vaksin,” ucap Ali Ghufron.

Masyarakat juga tidak perlu takut terhadap vaksin dan program vaksinasi Covid-19 yang nantinya akan dijalankan pemerintah. Di samping itu, upaya masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan juga harus dioptimalkan karena vaksin bukan satu-satunya cara untuk terbebas dari virus Covid-19. (Baca juga: Bali Dsetinasi Bulan Madu Terbaik di Dunia)

“Tanpa kesehatan segalanya tidak ada artinya. Jadi harus kita jaga kesehatan kita paling tidak dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) juga 3T (tracing, tracking, dan treatment). Kita harus mampu berinovasi tidak hanya untuk mengatasi Covid-19, tapi juga memberikan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan terhadap impor,” tambah Ali Ghufron.

Masih di acara yang sama, Deputi Fundamental Research Eijkman Institute Herawati Sudoyo Supolo menegaskan, vaksin Merah Putih buatan anak negeri yang dikembangkan pihaknya untuk Covid-19 dipastikan cepat dan aman. “Kita harus turut serta dalam pengembangan vaksin ini karena kita mempunyai kemampuan, sumber daya manusia, dan fasilitas yang mumpuni. Terkait pengembangan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Eijkman, kami telah menggunakan pendekatan terbaru yang lebih cepat dan aman serta mampu memberikan data yang akurat pada pemerintah,” ujarnya.

Herawati juga mengatakan bahwa vaksin Merah Putih diyakini akan memberikan kedaulatan nasional. Karena itu, percepatan penemuan kandidat vaksin Merah Putih ini dilakukan secara paralel. “Itu kuncinya kenapa kita bisa cepat. Kita sudah terbiasa menggunakan platform ini sehingga bisa lebih cepat. Peneliti saat ini tidak bekerja lagi dalam senyap. Kita diminta untuk bisa menjadi komunikator, termasuk memperbaiki komunikasi publik kita. Gunanya untuk memberikan informasi tentang kegunaan vaksin kepada pemangku kepentingan dan publik,” katanya. (Baca juga: Putusan MK Jadi Penentu Masa Depan MK)

Lembaga Eijkman, kata Herawati, selalu memberikan laporan kemajuan penelitian di laboratorium mereka. “Kemungkinan kami akan memberikan laporan vaksin Merah Putih pada awal 2021. Menurut saya, vaksin Merah Putih itu jangka panjang. Kita tidak ingin memberikan vaksin Merah Putih yang tidak aman dan tidak manjur. Jadi, kita akan melalui semua prosesnya, tapi tetap ada percepatan tadi,” ungkapnya.

Tidak Lihat Merek, Terpenting Masuk Daftar WHO

Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait kemungkinan Indonesia membeli vaksin Pfizer dan vaksin Moderna. Seperti diketahui, dua vaksin Covid-19 ini diklaim memiliki tingkat efektivitas tinggi. Jokowi sendiri tidak menjawab secara jelas apakah akan membelinya atau tidak. Dia hanya memastikan bahwa Indonesia akan membeli vaksin yang masuk di dalam daftar Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Subvarian Arcturus Muncul,...
Subvarian Arcturus Muncul, Masyarakat Diminta Segera Vaksin Booster
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Sekolah Cendekia Harapan...
Sekolah Cendekia Harapan Kenalkan Siswanya dengan Ilmuwan Indonesia yang Mendunia
Rekomendasi
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved