Vaksin Covid-19 Keniscayaan
Kamis, 19 November 2020 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
“Tadi saya sampaikan bahwa kita akan membeli vaksin itu dari perusahaan yang ada di dalam daftar list-nya WHO. Saya tidak berbicara mereknya apa. Asal sudah ada di dalam daftarnya WHO, itu yang akan kita beli. Kemudian kemanfaatan dari vaksin itu juga harus maksimal,” katanya di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, kemarin. (Baca juga: Jerman Tuduh Rusia dan China Mengulur-ulur Sanksi untuk Korut)
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengungkapkan, rencana pemerintah terkait vaksin Covid-19 yang semula ditargetkan dilakukan pada pekan kedua Desember tertunda dan kemungkinan terealisasi pada Januari 2021. Hal ini disampaikan Penny dalam rapat kerja (raker) Komisi IX DPR dengan Menkes, Kepala BPOM, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN), pada Selasa (17/11).
"Kami sudah sampaikan pada pemerintah, Bapak Presiden, dan Bapak Menteri Kesehatan bahwa data tidak bisa didapatkan untuk minggu ketiga Desember 2020, sehingga tidak bisa diberikan EUA pada Desember minggu kedua atau ketiga 2020," ucapnya.
Penny menjelaskan, data yang tidak dapat dilengkapi itu di antaranya meliputi hasil uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac yang telah diuji coba di Bandung, dan hasil analisis uji klinik mid term. Penny memastikan, apabila data-data tersebut dapat dilengkapi maka izin emergency use authorization (EUA) dapat diberikan pada pekan ketiga Januari 2021 sehingga vaksinasi sudah bisa diproses.
Penny juga memberikan opsi, apabila vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada November atau Desember 2020, penyuntikan vaksin sudah dapat diberikan berdasarkan compassionate use atau penggunaan obat atau vaksin yang masih dalam pengembangan, tapi sudah memiliki cukup data yang dikaitkan dengan mutu. (Lihat videonya: Pemerintah Austria Kembali Putuskan untuk Lockdown Kedua)
"Tadi kami sudah konfirmasi dengan mutu, sudah memenuhi ketentuan dan juga cukup data yang dikaitkan keamanan. Compassionate use ini bisa diberikan dengan permintaan dari kementerian atau faskes dengan perluasan akses obat uji dengan kepentingan tertentu," ujarnya. (Dita Angga/Binti Mufarida/Kiswondari)
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengungkapkan, rencana pemerintah terkait vaksin Covid-19 yang semula ditargetkan dilakukan pada pekan kedua Desember tertunda dan kemungkinan terealisasi pada Januari 2021. Hal ini disampaikan Penny dalam rapat kerja (raker) Komisi IX DPR dengan Menkes, Kepala BPOM, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN), pada Selasa (17/11).
"Kami sudah sampaikan pada pemerintah, Bapak Presiden, dan Bapak Menteri Kesehatan bahwa data tidak bisa didapatkan untuk minggu ketiga Desember 2020, sehingga tidak bisa diberikan EUA pada Desember minggu kedua atau ketiga 2020," ucapnya.
Penny menjelaskan, data yang tidak dapat dilengkapi itu di antaranya meliputi hasil uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac yang telah diuji coba di Bandung, dan hasil analisis uji klinik mid term. Penny memastikan, apabila data-data tersebut dapat dilengkapi maka izin emergency use authorization (EUA) dapat diberikan pada pekan ketiga Januari 2021 sehingga vaksinasi sudah bisa diproses.
Penny juga memberikan opsi, apabila vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada November atau Desember 2020, penyuntikan vaksin sudah dapat diberikan berdasarkan compassionate use atau penggunaan obat atau vaksin yang masih dalam pengembangan, tapi sudah memiliki cukup data yang dikaitkan dengan mutu. (Lihat videonya: Pemerintah Austria Kembali Putuskan untuk Lockdown Kedua)
"Tadi kami sudah konfirmasi dengan mutu, sudah memenuhi ketentuan dan juga cukup data yang dikaitkan keamanan. Compassionate use ini bisa diberikan dengan permintaan dari kementerian atau faskes dengan perluasan akses obat uji dengan kepentingan tertentu," ujarnya. (Dita Angga/Binti Mufarida/Kiswondari)
(ysw)
Lihat Juga :