DPR Sebut Indonesia Berpeluang Besar Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Jum'at, 06 November 2020 - 14:56 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, Indonesia berpeluang besar menjadi tuan rumah Olimpiade 2032
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa Indonesia telah resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 kepada International Olympic Committee (IOC).
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, pengajuan ini memunculkan optimisme bahwa Indonesia mampu membuktikan diri menjadi tuan rumah even olaharaga terbesar dunia itu. Menurutnya, dari rentang waktu yang ada, Indonesia masih memiliki waktu yang cukup untuk pencalonan maupun persiapan pelaksanaan Olimpiade 2032. "Kita masih punya 3 tahun untuk persiapan seleksi, mengingat proses seleksi dimulai pada 2023 dan penetapan tuan rumah pada 2024,” kata Hetifah saat dihubungi, Jumat (6/10/2020). (Baca juga: Jokowi Minta Roadmap Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032 Dimatangkan)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan, Indonesia juga sudah beberapa kali berhasil mengadakan acara olahraga internasional. Contohnya, dalam 10 tahun terakhir Indonesia telah melaksanakan Sea Games (2011), Asian Games (2018), dan Asian Paragames (2018). Kesuksesan penyelenggaraan olahraga tersebut membuktikan kepada dunia, Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik pada ajang internasional.
Menurut Hetifah, Indonesia juga memiliki keunggulan daripada kompetitornya, seperti Australia, Qatar, Jerman, unifikasi Korea, dan India. Sehingga berdasarkan aspek-aspek tersebut, bukan hanya realistis bagi Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, pihaknya pun optimistis Olimpiade 2031 akan terselenggara dengan baik. (Baca juga: Volunteer Olimpiade Tokyo 2020 Mulai Jalani Pelatihan)
Adapun anggaran, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR ini menjelaskan, secara ekonomi Indonesia memang sedang mengalami kontraksi akibat Covid-19. Sehingga, wajar jika terdapat kekhawatiran terkait kesiapan anggaran dan sarana prasarana (sarpras) pendukung Olimpiade 2032. "Akan tetapi, tahun 2021, ekonomi Indonesia diprediksi sudah mulai pulih dengan PDB yang meningkat 4,5-5,5%," ucapnya optimistis.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, pengajuan ini memunculkan optimisme bahwa Indonesia mampu membuktikan diri menjadi tuan rumah even olaharaga terbesar dunia itu. Menurutnya, dari rentang waktu yang ada, Indonesia masih memiliki waktu yang cukup untuk pencalonan maupun persiapan pelaksanaan Olimpiade 2032. "Kita masih punya 3 tahun untuk persiapan seleksi, mengingat proses seleksi dimulai pada 2023 dan penetapan tuan rumah pada 2024,” kata Hetifah saat dihubungi, Jumat (6/10/2020). (Baca juga: Jokowi Minta Roadmap Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032 Dimatangkan)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan, Indonesia juga sudah beberapa kali berhasil mengadakan acara olahraga internasional. Contohnya, dalam 10 tahun terakhir Indonesia telah melaksanakan Sea Games (2011), Asian Games (2018), dan Asian Paragames (2018). Kesuksesan penyelenggaraan olahraga tersebut membuktikan kepada dunia, Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik pada ajang internasional.
Menurut Hetifah, Indonesia juga memiliki keunggulan daripada kompetitornya, seperti Australia, Qatar, Jerman, unifikasi Korea, dan India. Sehingga berdasarkan aspek-aspek tersebut, bukan hanya realistis bagi Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, pihaknya pun optimistis Olimpiade 2031 akan terselenggara dengan baik. (Baca juga: Volunteer Olimpiade Tokyo 2020 Mulai Jalani Pelatihan)
Adapun anggaran, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR ini menjelaskan, secara ekonomi Indonesia memang sedang mengalami kontraksi akibat Covid-19. Sehingga, wajar jika terdapat kekhawatiran terkait kesiapan anggaran dan sarana prasarana (sarpras) pendukung Olimpiade 2032. "Akan tetapi, tahun 2021, ekonomi Indonesia diprediksi sudah mulai pulih dengan PDB yang meningkat 4,5-5,5%," ucapnya optimistis.
Lihat Juga :