739.722 Tenaga Medis Disiapkan untuk Vaksinasi Covid-19
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Doni mengatakan, sebelum vaksin dan obat Covid-19 ada, maka obat dan vaksin terbaik untuk mencegah terpapar Covid-19 adalah disiplin protokol kesehatan. “Dan, Bapak Presiden juga mengatakan sebelum vaksin ada, sebelum obat ada, maka vaksin dan obat terbaik adalah protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dari kerumunan, dan sering mencuci tangan,” kata Doni.
Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, terkait program vaksinasi Covid-19, saat ini seluruh provinsi di Indonesia sedang menyiapkannya sesuai peta jalan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan. (Baca juga: Kemenag Minta Guru Fokus Pada Pendidikan Karakter Siswa)
“Dan, berdasarkan data dari Kemenkes bahwa secara logistik kesiapan prosedur untuk menjaga suhu vaksin atau cold chain dengan tujuan menjaga kualitas maupun efektivitasnya sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.
“Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai 97%,” ujarnya.
Terkait SDM, kata Wiku, Kementerian Kesehatan sudah mempersiapkannya. Menurutnya, jumlah 739.722 tenaga kesehatan tersebut tersebar di seluruh provinsi. “Vaksinator di puskesmas maupun di rumah sakit sebanyak 23.145 atau secara rasio yaitu 1:20 di seluruh Indonesia,” katanya.
Wiku mengatakan, suksesnya vaksinasi bergantung pada dua hal, yakni keamanan vaksin dan persiapan yang matang. Dia meyakini bahwa vaksinasi yang sukses adalah vaksin yang aman dan efektif secara medis. Selain itu, juga diikuti dengan persiapan penyelenggaraan yang matang. “Untuk itu, kami mengharapkan agar masyarakat mampu bersabar menanti proses vaksinasi dan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (AID) Daeng M Faqih juga sepakat pemberian vaksin tidak boleh tergesa-gesa. Menurutnya, vaksin harus menunggu uji klinis hingga fase ketiga selesai.
“Pemberian vaksin itu ada proses dan mekanisme harus komplit dulu, menunggu sampai uji klinis fase ketiga selesai,” ungkap Daeng. (Baca juga: 5 Hal yang Wajib Dilakukan Bila Terinfeksi Flu)
Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, terkait program vaksinasi Covid-19, saat ini seluruh provinsi di Indonesia sedang menyiapkannya sesuai peta jalan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan. (Baca juga: Kemenag Minta Guru Fokus Pada Pendidikan Karakter Siswa)
“Dan, berdasarkan data dari Kemenkes bahwa secara logistik kesiapan prosedur untuk menjaga suhu vaksin atau cold chain dengan tujuan menjaga kualitas maupun efektivitasnya sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.
“Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai 97%,” ujarnya.
Terkait SDM, kata Wiku, Kementerian Kesehatan sudah mempersiapkannya. Menurutnya, jumlah 739.722 tenaga kesehatan tersebut tersebar di seluruh provinsi. “Vaksinator di puskesmas maupun di rumah sakit sebanyak 23.145 atau secara rasio yaitu 1:20 di seluruh Indonesia,” katanya.
Wiku mengatakan, suksesnya vaksinasi bergantung pada dua hal, yakni keamanan vaksin dan persiapan yang matang. Dia meyakini bahwa vaksinasi yang sukses adalah vaksin yang aman dan efektif secara medis. Selain itu, juga diikuti dengan persiapan penyelenggaraan yang matang. “Untuk itu, kami mengharapkan agar masyarakat mampu bersabar menanti proses vaksinasi dan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (AID) Daeng M Faqih juga sepakat pemberian vaksin tidak boleh tergesa-gesa. Menurutnya, vaksin harus menunggu uji klinis hingga fase ketiga selesai.
“Pemberian vaksin itu ada proses dan mekanisme harus komplit dulu, menunggu sampai uji klinis fase ketiga selesai,” ungkap Daeng. (Baca juga: 5 Hal yang Wajib Dilakukan Bila Terinfeksi Flu)
Lihat Juga :