Program Vaksinasi Digencarkan, PAN Minta Ditunjukkan Negara yang Sukses Vaksinasi COVID-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:10 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan baru dengan Sinovac saja yang kerja samanya sudah jelas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta para menterinya mentargetkan untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19 di Tanah Air. Rencana terkait vaksinasi ini sudah mulai digaungkan ke media sejak pekan lalu, sementara vaksin hasil kerja sama Sinovac Biotech asal China dengan PT Biofarma sendiri masih dalam fase uji coba tahap ketiga.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan baru dengan Sinovac saja yang kerja samanya sudah jelas. Lalu kemudian disebutkan beberapa perusahaan oleh pemerintah, ada Sinopharm China, Cansino Biologics asal China dan Astrazeneca dari Inggris. Dan belakangan khusus Astrazeneca, perjanjiannya dikabarkan sudah batal, lalu muncul lagi pernyataan bahwa itu belum dibatal dan belum diputuskan. (Baca juga: PSI Minta Pemerintah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin COVID-19)
“Kalaupun ada harapan vaksin ini akan segera terwujud di Indonesia, harapan itu akan sampai kapan akan terwujud. Karena ini misalnya dengan Sinovac bagaimana bentuk kerja samanya, dengan Cansino bagaimana bentuk kerja samanya dan Astrazeneca baru letter of intent yang ada,” ujar Saleh kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).
“Lalu, mana yang paling pasti, menurut saya Sinovac itu, kalaupun itu berhasil. Penjelasannya cukup meyakinkan dan kita harapkan segera berjalan dengan baik,” sambungnya.
Kemudian, sambung Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi PAN, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) pun mengatakan bahwa jangan tergesa-gesa, hati-hati dan ada banyak nasihat lainnya terkait program vaksinasi itu. Tetapi faktanya, pemerintah tetap tergesa-gesa dalam program vaksinasi ini, sangat terlihat bahwa program vaksinasi ini dipaksakan agar bisa segera.
Karena itu, Saleh mempertanyakan jika Indonesia sebegitu terburu-buru melakukan program vaksinasi, dia ingin disebutkan negara mana yang sudah sukses melakukan vaksinasi bagi warganya.
“Tetapi pertanyaan saya, kalau misalnya Indonesia segera melakukan vaksinasi, pertanyaan saya, tunjukkan dulu kepada saya negara mana yang sudah berhasil melakukan vaksinasi untuk rakyatnya secara total?” kata Saleh.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan baru dengan Sinovac saja yang kerja samanya sudah jelas. Lalu kemudian disebutkan beberapa perusahaan oleh pemerintah, ada Sinopharm China, Cansino Biologics asal China dan Astrazeneca dari Inggris. Dan belakangan khusus Astrazeneca, perjanjiannya dikabarkan sudah batal, lalu muncul lagi pernyataan bahwa itu belum dibatal dan belum diputuskan. (Baca juga: PSI Minta Pemerintah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin COVID-19)
“Kalaupun ada harapan vaksin ini akan segera terwujud di Indonesia, harapan itu akan sampai kapan akan terwujud. Karena ini misalnya dengan Sinovac bagaimana bentuk kerja samanya, dengan Cansino bagaimana bentuk kerja samanya dan Astrazeneca baru letter of intent yang ada,” ujar Saleh kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).
“Lalu, mana yang paling pasti, menurut saya Sinovac itu, kalaupun itu berhasil. Penjelasannya cukup meyakinkan dan kita harapkan segera berjalan dengan baik,” sambungnya.
Kemudian, sambung Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi PAN, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) pun mengatakan bahwa jangan tergesa-gesa, hati-hati dan ada banyak nasihat lainnya terkait program vaksinasi itu. Tetapi faktanya, pemerintah tetap tergesa-gesa dalam program vaksinasi ini, sangat terlihat bahwa program vaksinasi ini dipaksakan agar bisa segera.
Karena itu, Saleh mempertanyakan jika Indonesia sebegitu terburu-buru melakukan program vaksinasi, dia ingin disebutkan negara mana yang sudah sukses melakukan vaksinasi bagi warganya.
“Tetapi pertanyaan saya, kalau misalnya Indonesia segera melakukan vaksinasi, pertanyaan saya, tunjukkan dulu kepada saya negara mana yang sudah berhasil melakukan vaksinasi untuk rakyatnya secara total?” kata Saleh.
Lihat Juga :