Disiplin Kunci Atasi Corona
Jum'at, 08 Mei 2020 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Kesigapan China dalam menangani Covid-19 tidak terlepas dari pengalaman mereka setelah diserang virus corona SARS pada 2003. Saat itu China tidak transparan dan kalang kabut. Selain sistemnya amburadul dan banyak korban yang tewas karena kebingungan, dampak ekonomi pascawabah sangat memilukan.
Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura tidak bergerak seagresif China dalam menangani Covid-19, tapi mereka banyak belajar dari Negeri Tirai Bambu. Kunci kesuksesan mencegah dan mengendalikan virus itu terletak pada manajemen masyarakat, pemeriksaan kesehatan, dan aturan karantina.
Kebijakan yang tepat dan efektif membantu mereka memperlambat laju penularan Covid-19. Sebaliknya, di negara Barat, situasinya kian memburuk. “Di China, warga akan tinggal di rumah jika diimbau demikian, tapi di negara demokratis, hal itu tidak mudah,” kata ahli penyakit menular Chang Shan-chwen.
Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan Profesor Su Ih-jen juga bersyukur Taiwan berhasil menghindari wabah Covid-19. Masyarakat tidak mudah panik dan menaati perintah dari lembaga kesehatan. Saat ini Taiwan hanya melaporkan 59 pasien positif Covid-19, satu di antaranya telah tewas.
Korea Selatan yang terdampak terburuk kedua di Asia setelah China meyakini pemeriksaan seluas-luasnya menjadi kunci utama dalam menangani Covid-19. Selain meliburkan sekolah, pemerintah Korea Selatan juga menerjunkan ribuan petugas untuk memeriksa kesehatan warga, tak terkecuali yang berada di jalan raya.
Pemerintah Korea Selatan bahkan melakukan komunikasi secara terbuka. Pemerintah Korea Selatan hanya menyebarkan informasi resmi terkait Covid-19 melalui aplikasi smartphone dan media massa, sedikitnya dua kali dalam sehari. Masyarakat diberi tahu titik penularan dan selalu diminta waspada, tapi tidak berlebihan. (Dita Angga/Muh Shamil)
Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura tidak bergerak seagresif China dalam menangani Covid-19, tapi mereka banyak belajar dari Negeri Tirai Bambu. Kunci kesuksesan mencegah dan mengendalikan virus itu terletak pada manajemen masyarakat, pemeriksaan kesehatan, dan aturan karantina.
Kebijakan yang tepat dan efektif membantu mereka memperlambat laju penularan Covid-19. Sebaliknya, di negara Barat, situasinya kian memburuk. “Di China, warga akan tinggal di rumah jika diimbau demikian, tapi di negara demokratis, hal itu tidak mudah,” kata ahli penyakit menular Chang Shan-chwen.
Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan Profesor Su Ih-jen juga bersyukur Taiwan berhasil menghindari wabah Covid-19. Masyarakat tidak mudah panik dan menaati perintah dari lembaga kesehatan. Saat ini Taiwan hanya melaporkan 59 pasien positif Covid-19, satu di antaranya telah tewas.
Korea Selatan yang terdampak terburuk kedua di Asia setelah China meyakini pemeriksaan seluas-luasnya menjadi kunci utama dalam menangani Covid-19. Selain meliburkan sekolah, pemerintah Korea Selatan juga menerjunkan ribuan petugas untuk memeriksa kesehatan warga, tak terkecuali yang berada di jalan raya.
Pemerintah Korea Selatan bahkan melakukan komunikasi secara terbuka. Pemerintah Korea Selatan hanya menyebarkan informasi resmi terkait Covid-19 melalui aplikasi smartphone dan media massa, sedikitnya dua kali dalam sehari. Masyarakat diberi tahu titik penularan dan selalu diminta waspada, tapi tidak berlebihan. (Dita Angga/Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :