Konsumsi Rumah Tangga Melambat

Jum'at, 08 Mei 2020 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Lebih jauh Sri Mulyani Indrawati yang pernah menjadi petinggi Bank Dunia itu menilai realisasi pertumbuhan ekonomi nasional dalam tiga bulan pertama tahun ini membuat pemerintah harus bersiap menghadapi skenario pertumbuhan ekonomi yang sangat berat, yakni pertumbuhan minus pada level -0,4% hingga akhir tahun ini.

Terbukti, pelaksanaan PSBB menjadi satu di antara penyebab utama penurunan tingkat konsumsi rumah tangga. Lebih memprihatinkan apabila pada semester kedua perekonomian nasional belum membaik sementara penerapan PSBB tidak berhasil memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19.
Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi negara lain? Apabila melihat pertumbukan ekonomi nasional masih bisa merayap pada level 2,97%, tentu patut disyukuri. Kenapa? Sejumlah negara ekonominya bertumbuh negatif di antaranya China minus 6,85%, Singapura minus 2,2%, serta Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan sedikit lebih baik masing-masing tumbuh 0,3% dan 1,3%.

Untuk kawasan Asia, mengutip pernyataan Steve Cochrane, ekonom dari Moody’s Analytics bahwa perekonomian Jepang dan Singapura dipandang parah terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah Singapura telah memperpanjang kebijakan lockdown parsial, sedangkan Pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat untuk mendorong masyarakat agar tetap tinggal di rumah.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional masih lebih baik dari sejumlah negara, namun ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri tidak yakin bakal pulih lebih cepat. Pasalnya, ekonom yang rajin mengkritisi kebijakan pemerintah itu menilai penanganan wabah virus mematikan itu tidak sigap misalnya pemberlakuan PSBB baru dimulai pada awal April lalu cukup terlambat.

Walau demikian, Faisal Basri memprediksi perekonomian Indonesia dan sejumlah negara lainnya akan pulih secara bertahap mulai 2021. Sementara itu, prediksi Gubernur BI Pery Warjiyo lebih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi akan tembus 6% untuk tahun depan. Dengan catatan apabila pola ekonomi pulih, reformasi struktural berjalan baik, dan pandemi Covid-19 bisa diatasi segera.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Grounded Garuda dari...
Grounded Garuda dari Haji, Mungkinkah?
Pertarungan Final Prancis...
Pertarungan Final Prancis Vs Jerman Berebut Kapal Selam Indonesia
Pelajaran Berarti dari...
Pelajaran Berarti dari Kertajati
Latihan Gabungan Militer...
Latihan Gabungan Militer dan Diplomasi Pertahanan
ASEAN Benteng Stabilitas...
ASEAN Benteng Stabilitas Indo-Pasifik
Antara Telur dan Tembakau
Antara Telur dan Tembakau
Menanti BBM Turun Harga
Menanti BBM Turun Harga
Rekomendasi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved