Materi Khutbah Jumat Jadi Polemik, Wamenag: Jangan Selalu Curiga

loading...
Materi Khutbah Jumat Jadi Polemik, Wamenag: Jangan Selalu Curiga
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid meminta semua pihak agar berlebihan menyikapi wacana menerbitkan materi khutbah Jumat dan tidak selalu berpikir negatif. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A+ A-
DEPOK - Rencana Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan materi khutbah Jumat memicu polemik di tengah masyarakat. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid meminta semua pihak agar berlebihan menyikapi wacana tersebut dan tidak selalu berpikir negatif.

"Ya jangan kita melihat sesuatu itu selalu dengan kacamata kecurigaan. Enggak boleh ya. Kita harus positif thinking, husnudzon kedepankan," ujarnya di sela Kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Nahdlah di Ponpes Al Nahdlah, Depok, Kamis (22/10/2020). (Baca juga: Terbit Awal 2021, Materi Khutbah Jumat Kemenag dalam Bentuk Digital)

Menurut Wamenag, niat untuk menerbitkan buku khutbah Jumat semata-mata untuk memberikan panduan kepada masyarakat sebagai tuntunan.

"Ini untuk memberikan tuntunan ya, karena ada banyak ya dibutuhkan di musala, dipakai di masjid misalnya (khotib) yang dijadwalkan ceramah tidak datang, pengurus masjid atau panitia, misalnya, dia ada yang ngasih menggantikan (ceramah) dengan adanya pedoman untuk khutbah," paparnya. (Baca juga: Siapkan Materi Khutbah Jumat, Kemenag: Tak Ada Paksaan Membacakannya)



Dikatakan Wamenag, adanya buku panduan atau materi khutbah Jumat justru akan memudahkan masyarakat. "Jadi semangat ya itu," katanya. Karena itu, kata Wamenag, suatu rencana sesuatu yang baik harus dijalankan.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top