Kominfo Siapkan Aturan Pemblokiran Medsos Berkonten Negatif
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:58 WIB
loading...
Kementerian Kominfo tengah menyiapkan Permen baru untuk mengatur tahapan yang lebih jelas terhadap pelanggar sebelum melakukan pemblokiran situs atau konten di media sosial. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kominfo (Kemkominfo) mengungkapkan telah melakukan beberapa inisiatif kunci yang terbukti efektif mengurangi jumlah persebaran hoaks terkait COVID-19 . Hingga hari ini telah diidentifikasi 2.020 konten hoaks yang beredar di media sosial.
"Dengan temuan jumlah kategori sebanyak 1.197 topik. Dari 2.020 hoaks tersebut, Kominfo sudah melakukan take-down sekitar 1.759 konten," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam pernyataannya yang dikutip SINDOnews, Selasa (20/10/2020).
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memunculkan istilah infodemi yang menggambarkan persebaran hoaks berkaitan dengan pandemi COVID-19. Menurut pria yang akrab disapa Semmy itu, infodemi telah menjadi masalah baru bagi dunia internasional selain pandemi itu sendiri. (Baca juga: Kominfo Sebut Tak Bisa Sembarangan Blokir Medsos )
Dalam melawan derasnya arus infodemi, Kemkominfo melakukan inisiatif berfokus pada yakni level hulu, tengah, dan hilir. Di level hulu dan tengah, lebih berfokus pada terbentuknya kerja sama yang komprehensif antaraktor yang krusial dalam penanganan persebaran hoaks di tengah pandemi.
"Kominfo telah bermitra dengan berbagai platform media sosial yang beroperasi di Indonesia untuk bersama-sama melakukan patroli siber terhadap konten-konten bermuatan hoaks," katanya.
"Dengan temuan jumlah kategori sebanyak 1.197 topik. Dari 2.020 hoaks tersebut, Kominfo sudah melakukan take-down sekitar 1.759 konten," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam pernyataannya yang dikutip SINDOnews, Selasa (20/10/2020).
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memunculkan istilah infodemi yang menggambarkan persebaran hoaks berkaitan dengan pandemi COVID-19. Menurut pria yang akrab disapa Semmy itu, infodemi telah menjadi masalah baru bagi dunia internasional selain pandemi itu sendiri. (Baca juga: Kominfo Sebut Tak Bisa Sembarangan Blokir Medsos )
Dalam melawan derasnya arus infodemi, Kemkominfo melakukan inisiatif berfokus pada yakni level hulu, tengah, dan hilir. Di level hulu dan tengah, lebih berfokus pada terbentuknya kerja sama yang komprehensif antaraktor yang krusial dalam penanganan persebaran hoaks di tengah pandemi.
"Kominfo telah bermitra dengan berbagai platform media sosial yang beroperasi di Indonesia untuk bersama-sama melakukan patroli siber terhadap konten-konten bermuatan hoaks," katanya.
Lihat Juga :