Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Komunikasi Publik Perlu Dibenahi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Terhadap menteri kesehatan, responden yang sangat percaya kepada Terawan hanya 1%. Responden yang cukup percaya sebanyak 44,6%, biasa saja 30,9%, tidak percaya 15%, dan sangat tidak percaya 2%.“Tetapi, masih lebih baik dibandingkan apa yang muncul di Twitter itu kan. Saya kira tidak nyampe 20 persen terhadap Pak Terawan,” tutur Burhanuddin.
Dia lantas mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran Covid-19 cukup besar di angka 60,5%. Adapun responden yang kurang puas 29,2%, tidak puas sama sekali 3,8%, dan sangat puas 5,8%. (Baca juga: DPR Minta Perjokian Kartu Prakerja Diusut Tuntas)
Burhanuddin mengatakan, tingkat kepuasan ini satu di antaranya dipengaruhi sejumlah bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah pusat kepada masyarakat terdampak pandemi. Mereka yang puas terhadap kinerja pemerintah pusat di masa pandemi biasanya berpendidikan dan berpenghasilan rendah.
“Jadi, kalau pendidikannya rendah, pendapatan yang rendah, cenderung puas salah satunya ada bansos, ada program-program mitigasi dampak ekonomi Covid-19,” jelasnya.
Tahun yang Tidak Mudah
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui bahwa 2020 merupakan tahun yang tidak mudah karena pemerintah harus menghadapi pandemi Covid-19 dan muncul ancaman resesi ekonomi. Hal ini juga dihadapi pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
“Diperlukan leadership yang jelas dalam mengelola negara di situasi seperti ini,” mata Hinca dalam keterangannya kemarin. (Lihat videonya: Diduga Depresi Sekolah Daring, Pelajar Nekat Bunuh Diri)
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai tugas utama pemerintahan Indonesia hari ini dan tiga tahun kedepan adalah benar-benar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 supaya hilang dari Bumi Pertiwi. (Kiswondari/SINDOnews.com)
Dia lantas mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran Covid-19 cukup besar di angka 60,5%. Adapun responden yang kurang puas 29,2%, tidak puas sama sekali 3,8%, dan sangat puas 5,8%. (Baca juga: DPR Minta Perjokian Kartu Prakerja Diusut Tuntas)
Burhanuddin mengatakan, tingkat kepuasan ini satu di antaranya dipengaruhi sejumlah bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah pusat kepada masyarakat terdampak pandemi. Mereka yang puas terhadap kinerja pemerintah pusat di masa pandemi biasanya berpendidikan dan berpenghasilan rendah.
“Jadi, kalau pendidikannya rendah, pendapatan yang rendah, cenderung puas salah satunya ada bansos, ada program-program mitigasi dampak ekonomi Covid-19,” jelasnya.
Tahun yang Tidak Mudah
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui bahwa 2020 merupakan tahun yang tidak mudah karena pemerintah harus menghadapi pandemi Covid-19 dan muncul ancaman resesi ekonomi. Hal ini juga dihadapi pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
“Diperlukan leadership yang jelas dalam mengelola negara di situasi seperti ini,” mata Hinca dalam keterangannya kemarin. (Lihat videonya: Diduga Depresi Sekolah Daring, Pelajar Nekat Bunuh Diri)
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai tugas utama pemerintahan Indonesia hari ini dan tiga tahun kedepan adalah benar-benar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 supaya hilang dari Bumi Pertiwi. (Kiswondari/SINDOnews.com)
(ysw)