Kelangkaan Pupuk: Kealpaan Beruntun

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 06:10 WIB
loading...
A A A
Akhirnya diputuskan penggunaan Kartu Tani ditunda. Rupanya, informasi dua hal ini tidak tertransmisikan sempurna hingga pelaksana teknis di level paling bawah. Padahal, versi PT Pupuk Indonesia, BUMN yang bertanggung jawab menyediakan pupuk bersubsidi, pupuk tersedia lebih dari cukup dan terdistribusi merata di semua wilayah. Kejadian ini mengulang hal yang mestinya tidak patut terjadi: pupuk bersubsidi langka. Bukannya segera mencari solusi, otoritas berwenang justru saling melempar kesalahan.

Berbagai analisis dan rekomendasi perbaikan mekanisme distribusi/penyaluran pupuk bersubsidi sudah lama dibuat. Tetapi, sampai sekarang belum tampak perbaikan yang berarti. Karena itu, ada baiknya untuk menimbang ulang secara serius program pupuk bersubsidi ini. Pertama, menimbang tujuan pupuk bersubsidi. Setidaknya ada dua tujuan pemberian pupuk bersubsidi: membantu mengurangi ongkos produksi petani, dan meningkatkan produksi pangan. Apakah dua tujuan ini sudah tercapai? Ongkos terbesar dalam usaha tani bukan pupuk, tetapi biaya tenaga kerja, jasa pertanian, dan sewa lahan. Tiga komponen itu porsinya 66-76%, sedangkan biaya pupuk kurang 10% (BPS, 2018).

Subsidi pupuk sudah diberikan puluhan tahun. Nilai subsidi pun melonjak drastis, dari di bawah satu digit hingga di atas Rp30-an triliun atau naik lebih tiga kali lipat. Pertanyaannya, apakah kenaikan produksi pangan terjadi seiring kenaikan nilai pupuk bersubsidi? Benar bahwa produksi sejumlah pangan, seperti padi dan jagung, naik. Tapi, kenaikannya tidak sefantastis kenaikan nilai pupuk bersubsidi. Karena itu, pada tempatnya untuk menimbang ulang secara serius program pupuk bersubsidi buat petani.

Kedua, mencari mekanisme pemberian subsidi yang lebih sederhana, transparan, dan akuntabel. Subsidi yang tepat bukanlah subsidi harga barang. Ketika di pasar ada barang yang sama dengan harga berbeda, pasti membuka peluang terjadinya aneka moral hazard. Apakah penyelundupan ke luar negeri atau penyelewengan untuk sektor yang tidak menerima subsidi. Subsidi yang tepat adalah subsidi langsung ke penerima subsidi. Bentuknya bisa transfer ke rekening masing-masing sasaran dan tidak bisa ditarik tunai. Petani membeli pupuk dengan harga pasar dengan membayar kekurangan dari rekening.

Mekanisme lain adalah mengalihkan dari subsidi input ke subsidi output atau harga hasil produksi pertanian. Subsidi ini diwujudkan dalam kebijakan harga pembelian hasil produksi petani yang menguntungkan dan menjamin kesejahteraan. Untuk itu, pemerintah perlu menetapkan jenis komoditas berikut harga yang layak. Semakin banyak komoditas tentu subsidi yang dikeluarkan akan semakin banyak. Perubahan ini membuat pupuk menjadi barang komersial yang diperdagangkan di pasar. Harga pupuk mengikuti mekanisme pasar, termasuk dipengaruhi efisiensi produsen dan dinamika pasar dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Rekomendasi
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Makin Hemat! ShopeePay...
Makin Hemat! ShopeePay Rilis Kampanye Pulsa & PLN Pasti Murah untuk Penuhi Kebutuhan Harianmu
Konser Isyana Sarasvati...
Konser Isyana Sarasvati di Kuala Lumpur Batal, Penjualan Tiket Tak Capai Target
Berita Terkini
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 2 Digelar di PN Jaksel 10 Juli 2026
Kejagung Sita 104 Ton...
Kejagung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron di Bangka Belitung
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved