Kelangkaan Pupuk: Kealpaan Beruntun

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 06:10 WIB
loading...
Kelangkaan Pupuk: Kealpaan...
Khudori
A A A
Khudori
Penggiat Komite Pendayagunaan Petani (KPP), Penggiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), dan Anggota Kelompok Kerja Dewan Ketahanan Pangan (2010-Sekarang)

KELANGKAAN pupuk bersubsidi kembali terjadi. Kelangkaan meluas di sejumlah daerah. Berminggu-minggu berlalu, penyelesaian tuntas belum juga hadir. Padahal, hari-hari ini petani yang memulai tanam amat membutuhkan pupuk. Oktober adalah awal musim hujan alias musim tanam, setelah sebelumnya didera kemarau. Hasil tanam di bulan ini bakal dipanen rentang Februari—Mei tahun depan. Kalau pupuk tidak tersedia dalam jumlah cukup dan ada saat dibutuhkan, ini bakal mengancam produksi pangan.

Kelangkaan pupuk bersubsidi kali ini akhirnya mengulang kejadian tahun-tahun sebelumnya. Berpuluh tahun masalah ini terjadi, berpuluh tahun pula para otoritas yang berwenang tidak berdaya. Akhirnya kelangkaan pupuk bersubsidi berubah menjadi “ritual tahunan”. Ini terjadi karena otoritas yang berwenang alpa membangun sistem yang andal dan adaptif terhadap perubahan. Kelangkaan akhirnya menjadi kealpaan beruntun. Sebagai sasaran subsidi, petani menjadi pihak yang paling menderita dan dikorbankan.

Setidaknya ada dua penjelasan mengapa pupuk bersubsidi kembali bermasalah. Pertama, penambahan volume pupuk bersubsidi. Semula volume pupuk bersubsidi tahun ini mencapai 7,9 juta ton, lebih rendah dari 2019 (8,6 juta ton) dan 2018 (9,55 juta ton). Dengan kuota 7,9 juta ton, jatah pupuk bersubsidi habis pada September 2020. Padahal, Oktober memasuki musim tanam. Ini sepertinya jauh dari kalkulasi pemerintah. Setelah diprotes petani di banyak daerah, pemerintah menyetujui menambah 1 juta ton.

Kedua, kisruh tak berujung rencana pencairan pupuk bersubsidi lewat Kartu Tani. Pada Agustus 2020 diumumkan bahwa untuk mencairkan pupuk bersubsidi petani harus menggunakan Kartu Tani. Pengumuman ini membuat resah petani karena realitasnya Kartu Tani belum siap digunakan. Selain belum semua petani penerima pupuk bersubsidi menerima Kartu Tani, kartu yang sudah diterima pun tidak bisa dimanfaatkan petani untuk mencairkan jatah pupuk bersubsidi. Masalahnya beragam: tak ada jaringan internet, mesin EDC tidak berfungsi, dan yang lain. Intinya, Kartu Tani belum siap digunakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Rekomendasi
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
Ruben Onsu Tegur Giorgio...
Ruben Onsu Tegur Giorgio Antonio: Jangan Rendahkan Saya di Depan Anak-anak
Kontroversi VAR di Balik...
Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved