Klaster Baru Covid-19 Berpeluang Terjadi di Tengah Demonstran

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 07:01 WIB
loading...
Klaster Baru Covid-19...
Klaster baru Covid-19 berpeluang besar terjadi menyusul maraknya aksi demontrasi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau omnibus law beberapa hari terakhir. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Klaster baru Covid-19 berpeluang besar terjadi menyusul maraknya aksi demontrasi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau omnibus law beberapa hari terakhir. Apalagi gelombang demonstrasi tak hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga di berbagai daerah.

Hal yang memprihatinkan, aksi demonstrasi ini melibatkan massa sangat besar dan dilakukan di beberapa titik keramaian yang notabene sebagai wilayah episentrum penularan Covid-19. Massa aksi pun terlihat bergerombol dan cenderung mengabaikan disiplin protokol kesehatan. (Baca: Keajaiban Surah Al-Fatihan Menyembuhkan Penyakit dan Penawar Racun)

“Peserta demo sudah hampir tidak peduli kesehatannya. Ini a hungry man, easy to be angry man. Ini sangat berpotensi adanya ledakan kasus Covid-19, (yang menciptakan) klaster cipta kerja," ujar Ahli Epidemiologi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Prof Ridwan Amiruddin kepada SINDOnews, Rabu (7/10/20).

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini berharap para demonstran bisa dengan bijak menyampaikan aspirasinya di tengah pandemi Covid-19 ini, dengan tetap mempertimbangkan risiko diri dan orang lain secara luas.

"Untuk kawan-kawan yang sedang menyalurkan aspirasinya supaya tetap menghitung risiko dirinya. Tetap disiplin protokol kesehatan, pakai maskernya, jaga jarak, dan sebagainya. Jngan bawa pulang Covid-19 ke rumah setelah demo," ujar Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin ini.

Sementara itu, hiruk pikuk polemik pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja juga menarik perhatian musisi senior Iwan Fals. Lewat akun Twitternya @iwanfals, pelantun lagu Bongkar ini mengingatkan para peserta aksi demonstrasi menolak omnibus law agar berhati-hati dengan penularan pandemi Covid-19. (Baca juga: Miris, UU Cipta Kerja Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Dperdagangkan)

"Demo omnibus law lawannya keputusan sah, tentara, dan polisi, yg paling serem ya pandemi. ati-ati ah," twit Iwan Fals seperti dikutip SINDOnews dari akunnya dengan jumlah followers mencapai 1,8 juta ini. Sayangnya, twit penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listianto ini malah ditanggapi nyinyir oleh warganet.

27 Pendemo Reaktif Corona
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Berita Terkini
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved