Tes Covid adalah Kunci
Senin, 05 Oktober 2020 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Intinya, lebih banyak yang melakukan tes Covid-19, maka akan lebih mudah melakukan penanganan karena otomatis orang yang tertular virus harus diisolasi, baik secara mandiri maupun di rumah sakit.
Perihal tes Covid-19 ini, rasio di Indonesia memang masih terbilang rendah. Data dari worldometer.info menyebutkan, di Tanah Air, baru sekitar 12.700 orang per 1 juta populasi yang dites. Bandingkan dengan Singapura yang tesnya dilakukan terhadap 492.000 orang per 1 juta populasi. Negara lainnya, seperti India, rasio tesnya mencapai 57.000 orang per 1 juta populasi. Kemudian Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia masing-masing sebanyak 333.000, 84.000 dan 362.000 orang per 1 juta populasi.
Upaya lain penanganan Covid-19 juga terus digaungkan oleh pemerintah, kabar terbaru adalah adanya obat yang disiapkan oleh salah satu produsen farmasi Kalbe Farma. Perusahaan yang merupakan emiten bursa efek itu telah bekerja sama dengan perusahaan farmasi India untuk mengedarkan obat jenis Remdesivir. Di samping itu, perusahaan-perusahaan BUMN juga terus didorong untuk menciptakan alat tes dan vaksin untuk mempercepat penanganan Covid.
Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas meminta kepada Bio Farma agar melipatgandakan produksi alat tes PCR dan tes cepat dari semula 1,5 juta unit menjadi 3,5 juta unit per bulan.
Semoga saja, upaya-upaya yang dilakukan para pemangku kepentingan ini bisa dengan segera diimplementasikan dan ujungnya bisa menekan penyebaran Covid-19. Tentu saja, hal itu bisa terwujud apabila diikuti oleh kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Perihal tes Covid-19 ini, rasio di Indonesia memang masih terbilang rendah. Data dari worldometer.info menyebutkan, di Tanah Air, baru sekitar 12.700 orang per 1 juta populasi yang dites. Bandingkan dengan Singapura yang tesnya dilakukan terhadap 492.000 orang per 1 juta populasi. Negara lainnya, seperti India, rasio tesnya mencapai 57.000 orang per 1 juta populasi. Kemudian Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia masing-masing sebanyak 333.000, 84.000 dan 362.000 orang per 1 juta populasi.
Upaya lain penanganan Covid-19 juga terus digaungkan oleh pemerintah, kabar terbaru adalah adanya obat yang disiapkan oleh salah satu produsen farmasi Kalbe Farma. Perusahaan yang merupakan emiten bursa efek itu telah bekerja sama dengan perusahaan farmasi India untuk mengedarkan obat jenis Remdesivir. Di samping itu, perusahaan-perusahaan BUMN juga terus didorong untuk menciptakan alat tes dan vaksin untuk mempercepat penanganan Covid.
Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas meminta kepada Bio Farma agar melipatgandakan produksi alat tes PCR dan tes cepat dari semula 1,5 juta unit menjadi 3,5 juta unit per bulan.
Semoga saja, upaya-upaya yang dilakukan para pemangku kepentingan ini bisa dengan segera diimplementasikan dan ujungnya bisa menekan penyebaran Covid-19. Tentu saja, hal itu bisa terwujud apabila diikuti oleh kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
(bmm)
Lihat Juga :