17% Masyarakat Yakin Tidak Akan Tertular COVID-19, Epidemiolog Tak Kaget
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 07:11 WIB
loading...
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan masih banyaknya masyarakat yang tak meyakini akan tertular COVID-19 bukanlah hal yang mengagetkan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan masih banyaknya masyarakat yang tak meyakini akan tertular COVID-19 bukanlah hal yang mengagetkan.
“Adanya masyarakat yang tidak percaya COVID-19 ini, juga bukan sesuatu yang mengagetkan,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020). (Baca juga: BPS Beberkan Fakta 17 dari 100 Orang Meyakini Tidak Akan Tertular COVID-19)
Dicky melanjutkan adanya masyarakat tak meyakini bakal terpapar COVID-19 dikarenakan statment dari pemerintah sejak awal yang menyangkal adanya pandemi. Dengan begitu memberikan sebuah ruang kepada masyarakat terjebak di dalamnya.
“Harus diakui, di awal pandemi banyak klaim baik dari pemerintah atau tokoh tertentu yang menyatakan Indonesia ini kuat kebal atau negara suhu panas dan segala macam. Itu masuk di sebagian masyarakat kita,” tuturnya.
Karena itu, menurut dia untuk merubah pola pemikiran masyarakat terhadap COVID-19 ini bukan hal yang mudah. Pemerintah diharapkaknya dapat memberikan pemahaman soal COVID-19 kepada masyarakat.
“Adanya masyarakat yang tidak percaya COVID-19 ini, juga bukan sesuatu yang mengagetkan,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020). (Baca juga: BPS Beberkan Fakta 17 dari 100 Orang Meyakini Tidak Akan Tertular COVID-19)
Dicky melanjutkan adanya masyarakat tak meyakini bakal terpapar COVID-19 dikarenakan statment dari pemerintah sejak awal yang menyangkal adanya pandemi. Dengan begitu memberikan sebuah ruang kepada masyarakat terjebak di dalamnya.
“Harus diakui, di awal pandemi banyak klaim baik dari pemerintah atau tokoh tertentu yang menyatakan Indonesia ini kuat kebal atau negara suhu panas dan segala macam. Itu masuk di sebagian masyarakat kita,” tuturnya.
Karena itu, menurut dia untuk merubah pola pemikiran masyarakat terhadap COVID-19 ini bukan hal yang mudah. Pemerintah diharapkaknya dapat memberikan pemahaman soal COVID-19 kepada masyarakat.
Lihat Juga :