Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:08 WIB
loading...
A A A

Pelajaran dari “Utopofobia”


Kekhawatiran akan efek gentar semacam ini sejalan dengan peringatan yang diajukan filsuf politik David Estlund dalam Utopophobia: On the Limits (If Any) of Political Philosophy (2020). Estlund mengingatkan bahwa masyarakat sering menolak cita-cita keadilan hanya karena dianggap terlalu ideal untuk diwujudkan, seolah standar keadilan harus selalu tunduk pada apa yang paling mudah dilaksanakan hari ini.

Dalam konteks kebebasan pers, peringatan itu terasa dekat. Negara memang wajib menegakkan hukum, tetapi penegakan hukum yang mengorbankan prinsip-prinsip yang justru menopang demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, mekanisme koreksi pers, dan batas pertanggungjawaban pidana yang jelas, bukanlah penegakan hukum yang matang. Negara hukum yang matang bukan negara yang paling sering memakai instrumen pidana, melainkan negara yang paling cermat membedakan kapan sebuah persoalan adalah delik pribadi, dan kapan ia sesungguhnya bagian dari fungsi pengawasan publik.

Pelajaran ini kian relevan di tengah demokrasi yang semakin pragmatis. Kita hidup di masa ketika ukuran keberhasilan lebih sering ditentukan oleh apa yang “mungkin” dilakukan, bukan oleh apa yang “seharusnya” diperjuangkan. Bila standar keadilan terus-menerus disesuaikan dengan keterbatasan politik, politik pada akhirnya kehilangan arah selain mempertahankan status quo. Di Indonesia, godaan itu kerap muncul dalam wajah kompromi jangka pendek: penegakan hukum dinegosiasikan dengan stabilitas, kebebasan sipil dipersempit atas nama ketertiban.

Bukan Soal Ijazah, tapi Soal Batas Hukum Pidana


Perkara dr Tifa, pada akhirnya, bukan sekadar tentang benar atau tidaknya sebuah tuduhan mengenai ijazah. Ia adalah uji tuntas atas kesiapan hukum pidana kita menghadapi era ketika setiap pendapat, kritik, dan analisis publik bisa direkam, disebarkan, dan dipersoalkan secara pidana dalam hitungan menit.

Sebelum menjatuhkan vonis atas substansi pendapat itu, hakim dan penegak hukum lebih dulu berutang jawaban atas pertanyaan yang lebih mendasar: siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab dalam rantai kerja jurnalistik ini, dan apakah unsur kesalahan yang dipersyaratkan hukum pidana benar-benar telah terpenuhi.

Negara boleh menempuh langkah bertahap menuju keadilan. Tetapi negara tidak boleh menyatakan bahwa ketidakadilan telah berubah menjadi adil, hanya karena itu lebih mudah diterima.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Tim Advokasi Roy Suryo Minta KY Awasi Hakim: Khawatir Ada Intervensi
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Persoalkan Penerapan...
Persoalkan Penerapan Pasal 32 UU ITE, Roy Suryo Minta Status Tersangka Tidak Sah
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
Rekomendasi
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BRI Wellness Experience...
BRI Wellness Experience 2026, Menjelajahi Wellness Garden Pertama dan Terbesar di Jantung Jakarta
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved