Protokol Kesehatan Jadi Pijakan Pilkada 2020, Pilihan Golput Tak Bijak

Selasa, 22 September 2020 - 14:46 WIB
loading...
Protokol Kesehatan Jadi...
Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Agama dan Kebudayaan (LKAB) Nusantara Fadhli Harahab berpandangan, mengajak dan memilih golput bukan pilihan bijak Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tetap digelar meskipun dalam kondisi pandemi Covid19. Merespons kebijakan tersebut sejumlah kalangan mulai menyuarakan aksi golput demi menghindari dampak penularan penyakit yang lebih besar.

Salah satunya, Guru Besar UIN Jakarta, Azyumardi Azra yang telah bersikap tak akan menggunakan hak pilihnya alias golput dalam Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Mantan Rektor UIN Jakarta yang juga anggota dewan Pertimbangan MUI itu mengaku alasan dirinya golput atas dasar solidaritas kemanusiaan akibat banyaknya masyarakat yang jadi korban virus tersebut. (Baca juga: Pilkada Membahayakan, Guru Besar UIN Azyumardi Azra Pilih Golput)

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Agama dan Kebudayaan (LKAB) Nusantara Fadhli Harahab berpandangan, mengajak dan memilih golput bukan pilihan bijak dan cenderung tidak bertanggung jawab. "Golput adalah pilihan yang tak bijak, apalagi mengajak untuk golput, itu lebih kepada tidak bertanggung jawab," kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Pilkada Dilanjutkan, Cakada Didorong Beri Teladan untuk Protokol Kesehatan)

Menurutnya, pilkada tahun ini begitu dilematis karena harus digelar di tengah pandemik, tetapi bukan berarti tidak ada cara untuk menanggulangi penyebaran virus saat pelaksanaan pilkada mendatang. Fadhli mengatakan, pengetatan protokol kesehatan oleh petugas di lapangan tidak boleh menjadi hal yang ditolerir. Sehingga tahapan pilkada serentak tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid19. "Protokol kesehatan harus betul-betul diterapkan, inilah pijakan kita semua. Petugas di lapangan harus tegas dan tanpa kompromi, bila perlu penyelenggara pemilu menerapkan sanksi keras kepada peserta pemilu apabila tidak mematuhi protokol kesehatan," kata pria yang juga alumni UIN Jakarta ini.

Fadhli pun menyangsikan kapasitas akademisi, negarawan atau tokoh masyarakat yang mengajak atau memilih golput di Pilkada 2020. Sebab, pemerintah sendiri telah menyanggupi pelaksanaan pesta demokrasi itu. "Tentu pemerintah telah siap dengan konsekuensinya. Belajar dari pelaksanaan pemilu di sejumlah negara, itu sangat membantu," ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres: Songsong 2023...
Wapres: Songsong 2023 dengan Optimisme dan Keyakinan
Peringati HUT ke-23,...
Peringati HUT ke-23, Kinerja DWP Kemendagri saat Pandemi Covid-19 Diapresiasi
Kasus Aktif Covid-19...
Kasus Aktif Covid-19 Naik Empat Kali Lipat, Satgas Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Aktif Covid-19...
Kasus Aktif Covid-19 Mingguan Terus Naik, Satgas: Ini Alarm yang Patut Diwaspadai
Kasus Covid-19 Mingguan...
Kasus Covid-19 Mingguan Naik, Satgas Imbau Masyarakat Tingkatkan Testing dan Prokes
Jokowi Pastikan Ketersediaan...
Jokowi Pastikan Ketersediaan Stok Vaksin Booster Lebih dari Cukup
Misa Natal di Gereja...
Misa Natal di Gereja Katedral Tetap Terapkan Prokes Covid-19, Jemaat Dibatasi 2.500 Orang
Heboh Dana Pilkada Depok...
Heboh Dana Pilkada Depok 2020 Digunakan Buat Hiburan Malam
Wagub DKI: Subvarian...
Wagub DKI: Subvarian Baru Omicron Tingkatkan Kasus Positif Covid-19 di DKI
Rekomendasi
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved