Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:45 WIB
loading...
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Eko Ernada, Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) dan Pengurus Badan Pengembangan Jaringan Internasional PBNU. Foto: Ist
A A A
Eko Ernada
Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) dan Pengurus Badan Pengembangan Jaringan Internasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (BPJI-PBNU). Tulisan ini merupakan pandangan pribadi penulis.

IZINKAN saya memulai tulisan ini dengan sebuah disclaimer. Saya bukan ahli fikih dan tidak memiliki kapasitas untuk menafsirkan hukum Islam secara otoritatif. Saya juga bukan seorang mufti yang berwenang mengeluarkan fatwa.

Sebagai akademisi yang sehari-hari berkecimpung dalam studi organisasi, tata kelola, dan politik, tulisan ini hanyalah sebuah ikhtiar untuk menerjemahkan salah satu petuah Kiai Afifuddin ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan persoalan organisasi kontemporer. Jika terdapat kekeliruan dalam memahami khazanah fikih, tentu para ulama dan ahlinya lebih berwenang untuk meluruskannya.

Namun, justru di situlah letak kekaguman saya terhadap tradisi intelektual Nahdlatul Ulama . Di tengah derasnya arus modernitas, kita sering kali terbiasa mencari jawaban dari teori-teori baru, survei, atau praktik tata kelola organisasi mutakhir. Padahal, tidak sedikit persoalan yang sesungguhnya telah lama direnungkan oleh para ulama melalui bahasa yang sederhana, tetapi mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa.

Salah satunya saya temukan ketika mendengar penjelasan Kiai Afifuddin yang merujuk pada kitab Tahrir Tanqih al-Lubab karya Imam Zakaria al-Anshari, khususnya pada pembahasan mengenai imamah. Di sana dijelaskan bahwa apabila terdapat dua orang yang sama-sama layak menjadi imam salat dan setelah seluruh pertimbangan dilakukan ternyata keduanya memiliki kedudukan yang setara, maka penyelesaiannya bukan melalui perebutan, bukan pula melalui voting, melainkan dengan undian (qur'ah).

Bagi sebagian orang modern, mekanisme semacam ini mungkin terdengar janggal. Bukankah manusia telah diberi akal untuk menentukan pilihan yang paling rasional?

Di sinilah menariknya cara berpikir fikih. Yang sedang diajarkan Imam Zakaria al-Anshari bukanlah teknik pengambilan keputusan, melainkan etika dalam menghadapi batas kemampuan manusia. Fikih tampaknya menyadari bahwa ada situasi ketika seluruh ikhtiar telah dilakukan, seluruh variabel telah dipertimbangkan, dan seluruh pihak telah diberikan kesempatan yang sama, tetapi tidak ditemukan alasan yang cukup kuat untuk mengunggulkan salah satunya.

Dalam situasi seperti itu, persoalannya bukan lagi bagaimana mencari pemenang, melainkan bagaimana mengakhiri kompetisi.

Dalam bahasa fikih, undian bukanlah bentuk kemalasan berpikir, melainkan bentuk tafwidh (تفويض), yakni menyerahkan keputusan kepada Allah setelah seluruh ikhtiar manusia mencapai batas maksimalnya. Rasionalitas tidak dihilangkan, tetapi disempurnakan dengan kerendahan hati bahwa manusia tidak selalu harus menjadi penentu terakhir atas segala sesuatu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved