Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:34 WIB
loading...
Tahu-Tempe dan Impor...
Khudori/Dok Pribadi
A A A
Khudori
Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO sekaligus Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI

BULOG mendapatkan penugasan baru: menyalurkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg) kepada produsen tahu dan tempe. Untuk tahap pertama volume subsidi kedelai mencapai 250 ribu ton. Kebutuhan kedelai untuk tahu-tempe sekitar 2,7 juta ton per tahun. Dari jumlah ini, produksi dalam negeri amat kecil: di bawah 10%. Sisanya berasal dari impor. Baik dari Amerika Serikat, Brasil atau Argentina.

Disebut 'penugasan baru' karena baru diputuskan di rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Pangan, 9 Juni 2026. Akan tetapi, bagi BULOG ini sebetulnya bukan hal yang benar-benar baru. Bersama beras, kedelai adalah salah satu komoditas pangan yang pernah dikelola BULOG sejak era Orde Baru. Bedanya, penugasan beras selalu ada alias ajek. Sebaliknya, penugasan kedelai sifatnya kadang-kadang.

Penugasan menyalurkan subsidi kedelai seperti tahun ini pernah dilakukan BULOG di tahun sebelumnya. Mekanismenya sama: BULOG menggunakan kedelai importir dengan harga tertentu. Misalnya Rp A/kg. Produsen tahu dan tempe yang membeli kedelai melalui BULOG membayar Rp A minus Rp2.000/kg. Subsidi Rp2.000/kg ditalangi dahulu oleh BULOG. Produsen tahu-tempe yang mendapatkan subsidi sudah ada by name by addres. Atas penugasan itu BULOG mendapatkan kompensasi, misal sekian %, dari pemerintah.

Pemberian subsidi menunjukkan pemerintah proaktif. Sejak perang di Timur Tengah, harga kedelai di produsen tahu-tempe naik: dari Rp9.000/kg menjadi Rp11.300-an/kg. Kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya harga kedelai impor di pasar dunia, biaya logistik, dan pelemahan rupiah. Bagi produsen tahu-tempe, kenaikan harga bahan baku sekitar 25% itu membuat mereka kelimpungan. Nilainya di atas toleransi.

Seperti usaha lainnya, produsen tahu dan tempe perlu kestabilan harga bahan baku. Ketika harga bahan baku tahu dan tempe, yakni kedelai, naik terus-menerus, bahkan naik setiap hari, mereka pusing. Cara menaikkan harga jual bisa saja ditempuh. Tapi, seperti usaha skala UMKM lainnya, produsen tahu dan tempe terkendala daya beli konsumen. Konsumen tahu dan tempe amat peka terhadap harga (price elastic).

Kala harga tahu-tempe naik, permintaan potensial menurun. Opsi lain yang tersedia adalah mengecilkan ukuran jualan. Cara ini tidak jarang berujung protes dan omelan konsumen. Ketika situasi tak tertanggungkan, opsi yang tersedia adalah menutup usaha. Jika itu terjadi pada banyak produsen tahu-tempe, pengangguran meledak. Tahu-tempe telah menghidupi ratusan ribu rakyat jelata, dari petani, produsen tempe-tahu-kecap, pedagang tahu-tempe hingga penjual gorengan pinggir jalan.

Di masa lalu, kenaikan harga kedelai yang tinggi selalu diikuti oleh aksi mogok produksi produsen tahu-tempe. Mogok produksi setidaknya terjadi 2008, 2010, 2012, 2013, 2015, 2021, dan 2022. Penyebabnya sama: harga kedelai impor naik tinggi. Pemberian subsidi adalah upaya tidak ingin memutar ulang jarum jam seperti di masa lalu: pemerintah baru merespons setelah ada produsen tahu-tempe mogok produksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Urgensi Cadangan Beras...
Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
KPK Sita Mobil dan Uang...
KPK Sita Mobil dan Uang Rp1 Miliar terkait Kasus Suap Impor Barang Bea Cukai
OTT Importasi Barang,...
OTT Importasi Barang, KPK Tangkap Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Rekomendasi
Link Nonton Trolls di...
Link Nonton Trolls di VISION+, Film Musikal Ceria untuk Nonton Bareng Keluarga
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved