Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:13 WIB
loading...
Urgensi Cadangan Beras...
Khudori - Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO, Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI.
A A A
Khudori
Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO, Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI.

Kalau membeli beras di pengecer di pasar tradisional, Anda akan berhadapan dengan aneka macam beras. Namanya bermacam-macam. Ada yang bermerek, ada yang tidak. Yang tidak bermerek biasanya dijual curah. Harganya pun berbeda-beda. Demikian pula kualitasnya. Hal serupa kembali Anda temukan ketika membeli beras di toko kelontong atau warung sebelah rumah. Meskipun aneka macamnya lebih sedikit. Artinya, di pasar itu ada aneka macam beras dengan beragam kualitas dan harga berbeda-beda.

Di retail modern kondisinya berbeda. Secara umum beras yang dijual di retail modern ada tiga: medium, premium, dan beras khusus. Beras medium relatif sulit ditemukan. Kalau pun ada adalah cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG. Namanya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras premium dan beras khusus tersedia dalam aneka merek. Beras khusus ada aneka macam, antara lain beras ketan, beras merah, beras hitam, beras varietas lokal, beras fortifikasi dan beras organik.

Pendek kata, di pasar tersedia beras multikualitas. Mengapa? Ini terkait preferensi konsumen yang berubah beberapa tahun terakhir. Perubahan terjadi seiring lonjakan urbanisasi, partisipasi kerja perempuan di ruang publik, tumbuhnya pendapatan masyarakat, dan menurunnya jumlah penduduk miskin. Ditambah menjamurnya pasar formal, terutama minimarket, supermarket, dan hipermarket yang mengepung permukiman, di desa dan di kota, telah mempercepat perubahan preferensi tersebut.

Kajian PERHEPI pada 2016 menunjukkan beras telah berubah dari komoditas yang seragam menjadi produk beragam. Keberagaman beras ditentukan oleh atribut yang melekat: bentuk, warna, rasa, jenis, dan merek. Konsumen berpendapatan tinggi ketika memilih beras mempertimbangkan: bentuk beras/ utuh panjang (62%), warna putih (81%), rasa pulen (76%), dan bermerek (61%). Sebaliknya, konsumen berpendatan rendah lebih memperhatikan warna putih daripada rasa pulen, atau merek dagang.

Untuk mendapatkan beras, konsumen berpendapatan tinggi lebih dominan membeli di minimarket (38%) dan supermarket (33%). Beras yang dibeli dalam kemasan (86%) dan dalam volume 5 kg (63%). Konsumen berpendapatan tinggi akan mengurangi jumlah beras yang dibeli kalau harga naik mencapai 22% atau mengganti dengan jenis lain kalau harga naik 16%. Sebaliknya, konsumen berpendapatan rendah akan mengurangi jumlah pembelian beras jika harga naik 17% dan mengganti jenis/merek lain jika naik 10%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Sejarah Baru! Cadangan...
Sejarah Baru! Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
Rekomendasi
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved