Mitigasi Krisis

Senin, 25 Mei 2026 - 10:06 WIB
loading...
A A A
Kondisi tersebut memperburuk stabilitas sektor usaha dan meningkatkan angka kemiskinan serta pengangguran secara signifikan akibat banyaknya perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas dan menghentikan operasional usahanya.

Pengalaman pahit tersebut kemudian mendorong Indonesia melakukan berbagai reformasi ekonomi dan kelembagaan untuk memperkuat ketahanan nasional. Pemerintah bersama otoritas keuangan mulai memperbaiki tata kelola fiskal, memperkuat sistem perbankan, menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar, serta meningkatkan pengawasan sektor keuangan agar lebih adaptif terhadap tekanan global.

Krisis 1998 juga memberikan pemahaman bahwa stabilitas ekonomi bukan semata-mata ditentukan oleh tingginya angka pertumbuhan, melainkan juga oleh kemampuan negara menjaga kepercayaan publik, keberlanjutan pembiayaan, serta perlindungan terhadap kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi yang sehat perlu didukung oleh fondasi yang seimbang, tata kelola yang kuat, dan kebijakan yang mampu menciptakan stabilitas jangka panjang agar Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi di masa depan.

Pelajaran dari krisis 1998 juga memperlihatkan bahwa keterlambatan dalam merespons tekanan ekonomi dapat memperbesar dampak krisis terhadap stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat. Catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi tidak cukup hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga membutuhkan fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan yang responsif, serta koordinasi antarlembaga yang efektif.

Sebab itu, dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis, pemerintah perlu melakukan langkah cepat (quick win) yang terukur agar perlambatan ekonomi tidak berkembang menjadi krisis yang lebih dalam. Kebijakan cepat tersebut pada hakikatnya bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan juga bagian dari upaya memperkuat daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Perbaikan Institusi dan Ketahanan Ekonomi

Salah satu langkah strategis yang perlu segera dilakukan adalah mengevaluasi struktur belanja negara agar anggaran benar-benar difokuskan pada sektor yang produktif, efisien, dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Belanja yang kurang efektif, bersifat seremonial, atau memiliki urgensi rendah perlu dikaji ulang sehingga ruang fiskal dapat diarahkan pada program prioritas seperti perlindungan sosial, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, serta penguatan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja.

Di sisi lain, penguatan independensi dan kredibilitas Bank Indonesia juga menjadi langkah penting agar kebijakan moneter dapat dijalankan secara objektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, dan merespons tekanan ekonomi tanpa intervensi politik jangka pendek.

Selain penguatan fiskal dan moneter, pengendalian inflasi juga harus menjadi prioritas utama karena kenaikan harga yang tidak terkendali akan langsung menekan daya beli masyarakat dan memperbesar risiko perlambatan ekonomi. Inflasi pada sektor pangan, energi, dan transportasi merupakan komponen yang paling cepat dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat ketahanan pasokan pangan, menjaga kelancaran distribusi logistik, memperbesar cadangan strategis nasional, serta meningkatkan efektivitas operasi pasar ketika terjadi lonjakan harga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rekomendasi
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved