Temukan Kasus Covid-19, Pemerintah Harus Cepat Melakukan Pelacakan dan PCR
Senin, 21 September 2020 - 08:16 WIB
loading...
Pelaksanaan uji usap atau swab test Covid-19. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Iwan Ariawan menilai pemerintah pusat dan daerah belum melakukan pelacakan yang masif untuk menemukan kasus baru positif Covid-19 . Bahkan, sering tidak melakukan isolasi terhadap orang-orang yang kontak erat dengan mereka yang terinfeksi Covid-19.
Dia menjelaskan, masalah yang terjadi di lapangan dalam penanganan Covid-19. Dia menuturkan orang menjalani tes Covid-19 membutuhkan waktu 3-7 hari untuk mengetahui hasilnya.
Jika yang bersangkutan positif, orang-orang yang kontak erat sudah berinteraksi lagi dengan orang lain. "Terlambat. pilihannya, PCR harus cepat dan kontak tracing terhadap suspek," kata Iwan dalam diskusi daring dengan tema 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi' Minggu (20/9/2020).
Iwan juga menjelaskan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pagebluk Covid-19 merebak di Indonesia memiliki banyak manfaat. Salah satunya, menurunkan risiko penularan Sars Cov-II.(Baca juga: Ingat Ya, Vaksin Terbaik Saat Ini adalah Masker ).
Namun, saat PSBB transisi di DKI Jakarta dan penduduk sudah melakukan pergerakan seperti biasa, kasus positif Covid-19 tinggi. Iwan mengatakan, suatu wilayah tidak bisa dibagi zona, seperti hijau, orange, kuning, dan merah, karena masyarakat bergerak antarzona.
Dia menjelaskan, masalah yang terjadi di lapangan dalam penanganan Covid-19. Dia menuturkan orang menjalani tes Covid-19 membutuhkan waktu 3-7 hari untuk mengetahui hasilnya.
Jika yang bersangkutan positif, orang-orang yang kontak erat sudah berinteraksi lagi dengan orang lain. "Terlambat. pilihannya, PCR harus cepat dan kontak tracing terhadap suspek," kata Iwan dalam diskusi daring dengan tema 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi' Minggu (20/9/2020).
Iwan juga menjelaskan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pagebluk Covid-19 merebak di Indonesia memiliki banyak manfaat. Salah satunya, menurunkan risiko penularan Sars Cov-II.(Baca juga: Ingat Ya, Vaksin Terbaik Saat Ini adalah Masker ).
Namun, saat PSBB transisi di DKI Jakarta dan penduduk sudah melakukan pergerakan seperti biasa, kasus positif Covid-19 tinggi. Iwan mengatakan, suatu wilayah tidak bisa dibagi zona, seperti hijau, orange, kuning, dan merah, karena masyarakat bergerak antarzona.
Lihat Juga :