Rupiah dalam Pusaran Greenback

Senin, 18 Mei 2026 - 14:20 WIB
loading...
A A A
Cermin Emerging Market
Rupiah tidak menghadapi tekanan greenback secara sendirian. Penguatan dolar AS, tingginya yield US Treasury, serta kecenderungan investor global mengambil posisi risk-off telah menekan banyak mata uang, termasuk di India dan Filipina. Keduanya cermin situasi yang paling relevan bagi Indonesia karena sama-sama memiliki kebutuhan energi besar, ketergantungan impor strategis, serta pasar keuangan yang sensitif terhadap perubahan arus modal asing. Ketika harga minyak naik, kebutuhan dolar untuk membiayai impor ikut terkerek. Sehingga beban eksternal menjadi lebih mahal.

Kondisi ini terlihat pada Mei 2026, ketika rupiah menyentuh 17.535 per dolar AS, rupee India juga jatuh ke rekor terlemah 96,07 per dolar AS dan peso melemah pada level 61,5 per dolar AS. Tekanan serius ini signifikan berdampak pada membengkaknya harga impor terutama sektor energi yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak global.

Singkatnya, pelemahan rupiah bukanlah anomali domestik semata, melainkan bagian dari gelombang tekanan yang lebih luas terhadap mata uang Emerging Asia, khususnya negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia, India, Filipina, Thailand, Sri Lanka, dan Bangladesh. Tekanannya bersifat ganda, dari sisi neraca pembayaran, kebutuhan valas dan bahan baku. Sedangkan dari sisi pasar keuangan, modal jangka pendek mudah berbalik arah menuju aset dolar AS yang dianggap lebih aman dan likuid.

Di sinilah pandangan Stiglitz (2002) kembali menemukan relevansinya. Liberalisasi arus modal tanpa bantalan kelembagaan dan regulasi yang kuat, tidak selalu mempercepat pertumbuhan. Justru akan memperbesar volatility risk (perubahan cepat dan sulit terprediksi). Singkatnya, hot money sering datang saat langit pasar masih cerah, tetapi menjadi yang pertama pergi ketika awan ketidakpastian global mulai menghitam.

Jangkar Fiskal-Moneter
Dalam pusaran greenback, Bank Indonesia berdiri seperti penjaga mercusuar. Bank Indonesia tidak bisa menghentikan badai global, tetapi harus memastikan kapal ekonomi nasional tidak kehilangan arah. Keputusan mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,50% menunjukkan bahwa Bank Indonesia memilih menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan keberlanjutan pertumbuhan.

Kebijakan stabilisasi rupiah dilakukan pada intervensi pasar,seperti domestic non-delivarable forward (DNDF) dan pengelolaan likuiditas instrumen penyerap likuiditas melalui SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) menjadi penting. Tujuannya agar tekanan kurs tidak berkembang menjadi kepanikan pelaku pasar. Upaya ini tidak bisa bertumpu hanya pada Bank Indonesia (monetary authority).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved