Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional

Senin, 04 Mei 2026 - 06:54 WIB
loading...
A A A
Dampaknya adalah distorsi kompetisi yang dalam kerangka perfect competition, pasar seharusnya memberikan kesempatan setara. Namun, dalam praktiknya hambatan masuk tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga politis. Akses terhadap kekuasaan menjadi faktor pembeda utama.

Banyak pelaku potensial tersingkir bahkan sebelum kompetisi dimulai, menciptakan pre-market exclusion. Sehingga dalam jangka panjang, hal ini mendorong konsentrasi pasar dan melemahkan dinamika inovasi.

Distorsi ini juga menggerus kepercayaan investor, mengacu pada teori portofolio dari Harry Markowitz dimana keputusan investasi bergantung pada keseimbangan risiko dan imbal hasil. Namun, power asymmetry menciptakan ketidakpastian yang tidak dapat dimodelkan.

Dalam kerangka uncertainty vs risk dari Frank Knight, risiko yang terukur masih dapat dikelola, tetapi ketidakpastian akibat faktor kekuasaan jauh lebih berbahaya. Investor menjadi lebih berhati-hati, menunda ekspansi, atau mengalihkan investasi ke lingkungan yang lebih kredibel. Erosi kepercayaan ini bersifat kumulatif dan sulit dipulihkan.

Lebih jauh lagi, ketimpangan kekuasaan menyebabkan misalokasi sumber daya. Dalam konsep allocative efficiency, modal seharusnya mengalir ke sektor paling produktif. Namun ketika kekuasaan mendominasi, investasi cenderung bias terhadap aktor tertentu, bukan terhadap efisiensi. Distorsi ini menghasilkan deadweight loss, yaitu hilangnya potensi kesejahteraan ekonomi yang tidak pernah terealisasi. Lapangan kerja tidak tercipta, produktivitas tidak optimal, dan inovasi terhambat.

Kondisi ini diperparah oleh munculnya moral hazard , bahwa pelaku yang memiliki perlindungan kekuasaan cenderung mengambil keputusan yang kurang efisien karena tidak menanggung risiko secara penuh. Akibatnya, kualitas investasi menurun dan potensi kegagalan meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Rekomendasi
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Berita Terkini
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved