Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional

Senin, 04 Mei 2026 - 06:54 WIB
loading...
A A A
Dalam jangka panjang, ekonomi berisiko mengalami stagnasi inovasi. Mengacu pada teori pertumbuhan endogen Paul Romer, inovasi membutuhkan kompetisi yang sehat. Tanpa itu, pertumbuhan hanya bergantung pada ekspansi faktor produksi bukan peningkatan produktivitas.

Persoalan ini menjadi krusial dalam konteks Indonesia, bahwa perspektif ekonomi pembangunan menunjukkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan sangat ditentukan oleh kualitas institusi. Mengacu pada Daron Acemoglu dan James A. Robinson, hanya institusi inklusif yang mampu mendorong pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, institusi ekstraktif yang ditandai oleh konsentrasi kekuasaan cenderung menghasilkan pertumbuhan yang rapuh.

Reformasi yang selama ini berfokus pada deregulasi belum cukup. Penyederhanaan aturan tanpa penguatan institusi justru berisiko memperbesar discretionary power. Oleh karena itu, agenda utama harus bergeser pada transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi implementasi. Digitalisasi dapat membantu, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan integritas sistem. Tanpa level playing field yang nyata, investasi hanya akan memperkuat struktur yang sudah timpang.

Pada akhirnya, kekuatan ekonomi tidak ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi oleh kualitas sistem yang menopangnya. Power asymmetry adalah ancaman yang tidak kasat mata, tetapi berdampak sistemik menggerus kepercayaan, merusak kompetisi, dan menahan inovasi. Indonesia tidak kekurangan peluang, tetapi membutuhkan keberanian untuk menata ulang hubungan antara kekuasaan dan pasar.

Iklim investasi yang sehat bukan hanya yang mampu menarik modal, tetapi yang memastikan keadilan bagi seluruh pelaku. Karena hanya dalam sistem yang adil, investasi dapat benar-benar menjadi mesin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Rekomendasi
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Berita Terkini
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved