Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:31 WIB
loading...
A A A
Agenda telah meluas sejak dari pembatasan program nuklir hingga kontrol atas Selat Hormuz. Singkatnya, apa yang dipertaruhkan dalam perundingan putaran kedua ini jauh melampaui isu nuklir.

Karenanya, di tengah tarik-menarik kepentingan ini, kompromi bukan hanya sulit dan mahal secara politik. Padahal, ini bukanlah putaran pertama. Sebelumnya, pembicaraan maraton selama lebih dari 20 jam di Hotel Serena Islamabad berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

Bahkan, negosiasi diplomatik tersebut menjadi salah satu yang terpanjang sepanjang konflik, tetapi nihil hasil. Ini mengindikasikan bahwa persoalan yang dihadapi bukan lagi sekadar teknis, melainkan struktural.

Di titik inilah diplomasi berubah menjadi semacam ritual, yang hadir untuk menunjukkan bahwa upaya damai masih dijaga, tetapi tanpa jaminan bahwa upaya itu akan berhasil. Islamabad menjadi simbol dari paradoks tersebut. Di satu sisi, kota ini menawarkan ruang netral bagi komunikasi. Di sisi lain, ia juga menjadi saksi bagaimana komunikasi itu sendiri terhambat oleh ketidakpercayaan antara pihak yang bertikai, yang telah mengendap terlalu lama.

Peran Pakistan sebagai mediator pun tidak lepas dari dinamika ini. Islamabad telah berusaha memainkan peran sebagai jembatan komunikasi, menggantikan fungsi yang sebelumnya sering dipegang oleh negara-negara seperti Oman. Tetapi berbeda dengan Oman yang dikenal netral dan low-profile, Pakistan membawa beban geopolitik yang lebih kompleks—hubungan dengan Cina, kedekatan dengan dunia Muslim, serta posisi strategis di Asia Selatan. Dengan kata lain, Pakistan bukan mediator yang “tak terlihat”. Ia adalah aktor yang juga memiliki kepentingan.

Pakistan mampu membuka pintu dialog, tetapi tidak memiliki cukup daya untuk mendorong kedua pihak melangkah melewatinya. Sementara itu, situasi di lapangan terus bergerak ke arah yang lebih tegang. Aktivitas militer di kawasan Teluk meningkat, tekanan terhadap jalur energi global semakin terasa, dan ancaman eskalasi selalu berada di ambang. Dalam konteks ini, diplomasi tampak seperti berjalan di belakang realitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Rekomendasi
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved