Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Selasa, 21 April 2026 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Sekarang pertanyaannya: siapa “Sosrokartono” bagi pemimpin hari ini? Siapa yang mengajarkan strategi, kesenyapan, dan prinsip? Sejarah akan selalu mencari jalan nya sendiri untuk melahirkan sosro kartono sosro kartono baru.

Kalau dulu Soekarno memiliki Sosrokartono, generasi muda saat ini juga membutuhkan sosok serupa agar tidak kalah dalam perang pikiran. Dan ini selaras dengan strategi Sun Tzu: mundur untuk maju, kalah pamor untuk menang strategi.

Jejak Sosrokartono:


1. Puncak karier di Eropa: 1908–1925. Lulus Leiden, menguasai 24 bahasa. Wartawan perang New York Herald Tribune, meliput Perang Dunia I. Penerjemah resmi Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa. Statusnya sangat elite, bahkan berpotensi menjadi warga kehormatan Eropa.

2. Titik balik: “Untuk apa semua ini kalau bangsaku masih gelap?” Tahun 1925 ia pulang ke Indonesia. Tidak membawa harta, tidak mengejar jabatan. Ia memilih tinggal di Bandung, membuka sekolah kecil Darmo Kondo, dan mengajar tanpa pamrih.

3. Alasannya: Perang Pikiran harus Dimenangkan di Dalam Negeri
Prinsip The Art of War: “Menundukkan musuh tanpa bertempur.” Sosrokartono memahami bahwa penjajahan tidak cukup dilawan dengan fisik, tetapi dengan kecerdasan.

Maknanya buat konteks sekarang:


1. Intelijen sejati tidak selalu terlihat.

2. Perang pikiran dimenangkan melalui pendidikan.

3. Strategi besar sering disembunyikan di balik kesederhanaan.

Bandingkan dengan kondisi hari ini. Banyak anak muda Indonesia berprestasi memilih menetap di luar negeri. Namun, siapa yang bersedia kembali dan menjadi “Sosrokartono”—tidak populer, tetapi membangun generasi?

Soekarno memiliki Sosrokartono. Lalu, generasi 2026 memiliki siapa?


Itulah pertanyaan besarnya. Negara bisa membangun infrastruktur, membeli alutsista, tetapi tanpa “Sosrokartono baru”, kita berisiko kalah dalam perang pikiran sebelum benar-benar bertanding—terutama di era dunia bipolar dengan arus informasi tanpa batas yang mudah menggerus jati diri bangsa.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Srikandi Vol. 2 Angkat...
Srikandi Vol. 2 Angkat Peran Perempuan Lewat Aktivitas Inspiratif
Kisah Mak Netty dan...
Kisah Mak Netty dan Fitri, Kartini Era Kini di Ekosistem Grab
Lewat Bincang Bisnis...
Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM, bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital
Rekomendasi
Richard Lee Akui Seluruh...
Richard Lee Akui Seluruh Perbuatannya, Kejari Tangerang: Kasus Sudah Terang Benderang
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Berita Terkini
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved