Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono

Selasa, 21 April 2026 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Ini selaras dengan prinsip intelijen: Sosrokartono bekerja di belakang layar. Ia tidak mencari nama, tetapi mengatur agar “cahaya” Kartini dapat terbit. Don't lie, don't tell the truth dalam konteks pergerakan: biar Belanda yang menerbitkan, biar aman secara politik, tetapi isinya tetap menusuk kolonialisme.

Menarik, bukan? Sosok yang menjadi simbol emansipasi perempuan justru “dibidani” oleh jaringan intelektual keluarga dan strategi politik kakaknya. Ini sejalan dengan prinsip The Art of War: “Menang lewat orang lain, tanpa musuh sadar siapa lawannya.”

Sosrokartono adalah “guru senyap” sang Proklamator, Soekarno — yang mengajarkan teknik perang pikiran jauh sebelum Indonesia merdeka.

Tiga peran Sosrokartono ke Soekarno:


1. Guru Politik: “Politik itu Perang Tanpa Darah”

Soekarno mengenal Sosrokartono sekitar tahun 1927 melalui koran Bahagia. Sosrokartono mengajarkan strategi politik tingkat tinggi: tidak reaktif, tidak membuka seluruh kartu, dan membuat lawan berada dalam ketidakpastian. Prinsip “don't lie, but don't tell the truth” menjadi warisan penting yang digunakan Soekarno saat menghadapi Belanda, Jepang, hingga dinamika global AS-Soviet. Ia berbicara “Non-Blok”, tetapi manuvernya sangat strategis.

2. Guru Kebatinan Jawa: “Ilmu Titen dan Rasa”

Sosrokartono mengajarkan Soekarno kebatinan Jawa yang bukan klenik, melainkan filsafat kekuasaan. Konsep “sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake” menjadi landasan. Artinya: kuat tanpa pamer kekuatan. Inilah yang membuat pidato Soekarno mampu “menghipnotis” — bermain di ranah rasa, bukan sekadar logika.

3. Guru Diplomasi: “Darmo Gandul vs Gatoloco”

Sosrokartono membedakan dua tipe pemimpin: Darmo Gandul (bergantung pada asing) dan Gatoloco (liar tapi jujur). Soekarno kemudian mengambil jalan ketiga: “Satyam Eva Jayate” — kebenaran yang menang. Hal ini terlihat dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, di mana Indonesia memimpin dunia tanpa kekuatan militer.

Hubungannya ke Intelijen dan Perang Pikiran:


Sosrokartono adalah intelijen dalam wujud filsuf. Ia tidak memegang senjata, tetapi memberikan “radar” kepada Soekarno untuk membaca niat manusia. Soekarno sendiri mengatakan bahwa kemampuannya membaca tokoh-tokoh dunia berasal dari didikan Sosrokartono.

Dengan demikian, ketika disebut “intelijen adalah jantung negara”, Sosrokartono adalah contoh jantung versi sipil—yang memompa ide ke pemimpin, lalu pemimpin memompanya ke rakyat.

Sayangnya, setelah 1965, jejak Sosrokartono perlahan dikaburkan. Karena ajarannya berbahaya bagi penjajahan model baru: pemimpin yang kuat secara batin tidak mudah dibeli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Srikandi Vol. 2 Angkat...
Srikandi Vol. 2 Angkat Peran Perempuan Lewat Aktivitas Inspiratif
Kisah Mak Netty dan...
Kisah Mak Netty dan Fitri, Kartini Era Kini di Ekosistem Grab
Lewat Bincang Bisnis...
Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM, bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital
Rekomendasi
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved