Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Komoditas Dunia

Rabu, 01 April 2026 - 14:53 WIB
loading...
A A A
Kenaikan harga energi kemudian merambat ke berbagai sektor ekonomi melalui mekanisme cost-push inflation. Ketika harga minyak dan gas meningkat, biaya transportasi, listrik, dan produksi industri ikut terdorong naik. Blanchard (2017) mencatat bahwa inflasi yang berasal dari sisi biaya produksi ini sering kali lebih sulit dikendalikan karena tidak dipicu oleh lonjakan permintaan, melainkan oleh perubahan pada struktur biaya ekonomi.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menunjukkan mekanisme tersebut secara nyata. Ancaman terhadap jalur pelayaran energi di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Bahkan sebelum gangguan pasokan benar-benar terjadi, pasar sudah bereaksi melalui kenaikan harga energi dan meningkatnya volatilitas komoditas.

Reaksi cepat pasar tersebut tidak lepas dari peran ekspektasi dalam pasar keuangan modern. Menurut konsep efficient market hypothesis yang diperkenalkan oleh Fama (1970), harga aset di pasar keuangan mencerminkan seluruh informasi yang tersedia. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor segera menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap kemungkinan gangguan pasokan energi di masa depan.

Dalam situasi seperti ini, komoditas tertentu juga sering dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian global. Emas dan energi sering mengalami peningkatan permintaan ketika konflik geopolitik meningkat. Akibatnya, volatilitas harga komoditas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor produksi dan konsumsi, tetapi juga oleh dinamika pasar keuangan global.

Dampak dari lonjakan harga komoditas tersebut tidak berhenti pada pasar energi. Banyak negara harus menghadapi tekanan inflasi yang lebih tinggi ketika harga energi meningkat. Bagi negara importir energi, kenaikan harga minyak dapat memperburuk neraca perdagangan dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar.

Dalam kondisi seperti ini, bank sentral sering menghadapi dilema kebijakan. Di satu sisi, mereka perlu menjaga inflasi agar tetap terkendali. Namun di sisi lain, kebijakan pengetatan moneter yang terlalu agresif juga berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi. Mishkin (2019) menjelaskan bahwa bank sentral modern sering menghadapi trade-off antara stabilitas harga dan stabilitas ekonomi ketika terjadi guncangan eksternal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar,...
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar, Amanda Manopo Ngaku Diguna-guna oleh Mantan Karyawannya
Lisa BLACKPINK Raup...
Lisa BLACKPINK Raup Nilai Komersial Rp198 Miliar usai Tampil di Piala Dunia 2026
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved