Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Komoditas Dunia

Rabu, 01 April 2026 - 14:53 WIB
loading...
Perang Timur Tengah...
Listya Endang Artiani, Ekonom Universitas Islam Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Listya Endang Artiani
Ekonom Universitas Islam Indonesia

PERANG tidak lagi hanya mengguncang medan tempur. Ia juga mengguncang pasar komoditas dunia. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bagaimana geopolitik dapat menggerakkan harga energi global hanya dalam hitungan hari.

Ketika jalur pelayaran energi di Selat Hormuz terancam, jalur yang menyalurkan hampir seperlima pasokan minyak duniapasar energi langsung bereaksi. Harga minyak melonjak, volatilitas komoditas meningkat, dan kekhawatiran inflasi global kembali muncul.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada satu kenyataan lama dalam ekonomi global: pasar komoditas tidak pernah benar-benar terlepas dari geopolitik. Gangguan pasokan energi di satu kawasan strategis dapat dengan cepat menjalar menjadi lonjakan harga komoditas di seluruh dunia. Dalam ekonomi global yang semakin terhubung, konflik militer di Timur Tengah tidak lagi menjadi persoalan regional semata, tetapi dapat berubah menjadi guncangan ekonomi global yang memengaruhi biaya produksi, inflasi, dan stabilitas pasar di berbagai negara.

Sejarah menunjukkan bahwa geopolitik memiliki pengaruh kuat terhadap dinamika pasar energi dan komoditas. Krisis minyak tahun 1970-an, misalnya, dipicu oleh konflik politik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global. Lonjakan harga minyak saat itu tidak hanya memicu inflasi tinggi di berbagai negara, tetapi juga menyebabkan stagnasi ekonomi yang berkepanjangan.

Dalam perspektif ekonomi, lonjakan harga komoditas akibat konflik geopolitik sering dijelaskan melalui konsep supply shock. Ketika pasokan komoditas strategis terganggubaik karena konflik militer, sanksi ekonomi, maupun gangguan logistik dan kurva penawaran bergeser sehingga harga meningkat tajam. Pindyck dan Rubinfeld (2018) menjelaskan bahwa komoditas seperti energi dan pangan sangat sensitif terhadap perubahan pasokan karena permintaannya relatif tidak elastis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved