China-Taiwan: Ilusi Dialog Lintas Selat

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:19 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, banyak tokoh Taiwan yang melakukan kunjungan bukanlah pemegang kekuasaan eksekutif saat ini. Artinya, mereka tidak memiliki kapasitas untuk mewakili keputusan negara secara menyeluruh. Ketika satu pihak adalah negara dan pihak lain hanya aktor politik non-pemerintah, maka apa yang disebut “dialog” pada dasarnya sudah tidak berada dalam posisi yang setara.

Kedua, ketimpangan juga terlihat dalam penentuan agenda. Isu-isu yang diangkat dalam interaksi tersebut umumnya berfokus pada penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan dan penerimaan terhadap Konsensus 1992—kerangka yang secara jelas berasal dari narasi politik Beijing. Baik Kuomintang maupun Democratic Progressive Party (partai yang berkuasa di Taiwan saat ini), ketika masuk ke dalam ruang interaksi ini, pada dasarnya harus merespons dalam kerangka yang telah ditentukan sebelumnya, bukan merumuskan agenda bersama secara setara.

Ketiga, terdapat perbedaan mendasar dalam pemaknaan terhadap “Konsensus 1992”. Bagi Beijing, konsep ini identik dengan prinsip “One China”. Sementara itu, di Taiwan, interpretasi yang berkembang sebelumnya adalah “One China dengan penafsiran masing-masing” atau penafsiran yang berbeda antara Beijing dan Taipei, yang secara implisit mempertahankan eksistensi Republic of China (Taipei).

Perbedaan makna ini menciptakan situasi di mana kedua pihak menggunakan istilah yang sama, tetapi merujuk pada realitas politik yang berbeda. Akibatnya, dialog yang terjadi sering kali bersifat simbolik, bukan substantif.

Selain itu, perubahan identitas di dalam masyarakat Taiwan juga turut memengaruhi dinamika ini. Penggunaan istilah “Taiwan” yang semakin dominan dibandingkan “Republic of China” telah menggeser cara pandang terhadap posisi politik Taiwan itu sendiri. Dalam perspektif tertentu, perubahan ini justru membuka ruang bagi interpretasi baru dari pihak Beijing, yang dapat melihat Taiwan lebih sebagai entitas lokal daripada entitas negara yang bersaing secara historis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Berita Terkini
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved