China-Taiwan: Ilusi Dialog Lintas Selat

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:19 WIB
loading...
China-Taiwan: Ilusi...
Harryanto Aryodiguno, Ass. Prof. International Relations, President University. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Harryanto Aryodiguno, Ph.D
Ass. Prof. International Relations, President University

KUNJUNGAN Ketua Partai Kuomintang (KMT-partai yang berkuasa di Daratan China antara tahun 1911-1949 dan saat ini merupakan partai oposisi di Taiwan), Zheng Liwen, ke Daratan Utama China (Mainland China) baru-baru ini kembali memunculkan harapan akan terbukanya ruang perdamaian dalam hubungan lintas Selat Taiwan. Dalam konferensi persnya, ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut didasarkan pada prinsip “Konsensus 1992” dan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan, serta bertujuan untuk membuktikan kepada dunia bahwa hubungan lintas Selat tidak harus berujung pada perang.

Pernyataan ini bukan tanpa preseden. Zheng merujuk pada kunjungan bersejarah mantan Perdana Menteri Lien Chan pada 2005 yang membuka jalur komunikasi antara Partai Kuomintang dan Partai Komunis China, serta periode relatif stabil selama pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou. Dalam narasi ini, Konsensus 1992 kembali diposisikan sebagai fondasi utama bagi perdamaian lintas Selat.

Dalam konteks tersebut, setiap interaksi politik lintas Selat sering kali dipandang sebagai peluang strategis. Namun, jika dianalisis melalui perspektif hubungan internasional, interaksi semacam ini sesungguhnya bukanlah dialog yang setara, melainkan bentuk “kontak struktural” dalam sistem kekuasaan yang tidak seimbang.

Pertama, terdapat ketimpangan mendasar dalam hal posisi politik. Pemerintah China yang ada di Beijing, yang dipimpin oleh Xi Jinping, merepresentasikan kekuasaan negara secara penuh, baik dari sisi institusional maupun sumber daya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Rekomendasi
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved