Memadukan Kecerdasan, Daya Juang, dan Spiritualitas

Jum'at, 18 September 2020 - 10:06 WIB
loading...
A A A
Sebenarnya untuk pendidikan tingkat dasar belum bisa diukur akurasinya dengan pasti dengan pertimbangan ini. Perjalanan mereka masih panjang dari tingkat dasar hingga menengah apalagi perguruan tinggi.

Di sepanjang perjalanan ini masih banyak kelok-kelok dan hambatan yang juga terkadang turut menentukan. Terhadap anak-anak yang berpotensi ini kita harus tetap mengawal jika ingin potensi mereka betul-betul terjaga sesuai yang diharapkan berkembang optimal pada setiap tahapannya atau jenjang pendidikan yang dilaluinya.

Kecerdasan intelektual menjelaskan sifat fikiran yang kompleks yang mencakup sejumlah kemampuan seperti kemampuan menalar, memproyeksikan, memecahkan masalah, berfikir abstrak, pemahaman terhadap gagasan, daya tangkap dan kemampuan belajar. Kompleksitas variabel ini membutuhkan treatment yang kompleks juga jika ingin terus tetap berkembang optimal pada sesorang. Pemahaman terhadap semua variabel kecerdasan ini penting bagi dan pendidikagar mereka para peserta didik bisa mendapatkan perhatian dibutuhkan.

Memang orang-orang hebat seperti Albert Einstein, BJ Habibie, Kim Um-yong, Christopher Hirata, dan sejumlah tokoh terkenal lainnya dikenal sebagai orang yang memiliki skor di atas rata-rata IQ manusia di kisaran 90-109. Kecerdasan orang-orang hebat ini disamping anugerah Tuhan juga karena mereka mampu melampaui tahapan belajar yang sungguh-sungguh.

Jadi seberapapun potensi skor IQ kita, masih diperlukan tahapan belajar yang tepat dan sungguh-sungguh. Bagi yang diberikan skor tinggi ini adalah anugerah Tuhan, tetapi bagi mereka yang skor IQ-nya di bawah rata-rata pasti juga masih banyak diberikan keunikan. Intinya kita tidak boleh pasrah dan terus bekerja keras mengoptimalkan taqdir yang diberikan oleh Tuhan.

Daya Juang
Ternyata banyak sekali orang bersyukur dengan perjalanan hidupnya yang penuh derita, sengsara dan serba kekurangan. Kenapa ini disyukuri? Karena mereka menyadari betul dengan pelbagai penderitaan yang pernah dialaminya dan mampu dilampuinya itu yang mengantarkan sebuah keberhasilan yang gemilang.

Ini adalah pembelajaran, pengalaman dan juga anugerah yang luar biasa. Orang yang mampu mengatasi persoalan, melampaui rintangan, melawan keterbatasan mereka adalah para juara sejati. Hanya mereka yang memiliki daya juang (adversity quotient) yang tinggi seperti ini yang akan bisa membalikkan kekhawatiran-kekhawatiran.

Banyak atlet peserta lomba yang di awal (start) bagus dan memilki potensi fisik yang kuat ternyata banyak yang terdampar di tengah perlintasan tidak mencapai garis finish. Kenapa ini bisa terjadi? Karena mereka tidak memiliki daya juang yang tangguh dan tidak mampu mengatasi persoalan di tengah perjalanan yang memang terkadang semuanya terjadi di luar dugaan.

Kalau mereka frustasi dan tidak siap dengan cobaan seperti ini sudah dapat dipastikan mereka akan gagal melampaui perlintasan dan tidak pernah mencapai garis finish. Model seperti ini tidak hanya terjadi di area perlombaan tetapi terjadi pula dalam proses pembelajaran dan fakta kehidupan.

Terkait dengan bahasan ini, ada kisah menarik yang pernah disajikan di sebuah majalah populer Luar Biasa yang pimpinan redaksinya Andri Wongso. Diceritakan pada sebuah even perlombaan awak media memberikan penghargaan dan apresiasi yang luar biasa kepada seorang atlit yang memasuki garis finish paling akhir dibandingkan peserta lomba lainnya.

Hal ini tidak lazim seperti biasanya yang selalu dielu-elukan, dipeluk, dicium dan diberikan karangan bunga adalah atlet yang mencapai garis finish pertama. Ternyata penghargaan ini diberikan kepada seseorang yang memiliki daya juang yang mengagumkan.

Betapa tidak, hanya tinggal seorang diri, terseok-seok, berlumuran darah, bercucuran keringat dan air mata tetap semangat menuju ke garis finish. Dan yang paling mengagumkan ketika ditanya kenapa Anda tetap bersemangat menuju garis finish dan tidak mungkin menjadi sang juara karena peserta lainnya sudah mencapai lebih dulu, jawabannya, "Saya diutus negara ke sini bukan untuk start, tetapi untuk finish".

Ini pembelajaran kehidupan yang luar biasa. Kita dalam menilai sesuatu tidak boleh hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga harus melihat proses yang dilaluinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Rekomendasi
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Berita Terkini
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved