Demokrasi Popularitas dan Ilusi Inklusi

Senin, 09 Maret 2026 - 10:00 WIB
loading...
A A A
Di sinilah selebritas memiliki keunggulan yang sulit ditandingi politisi biasa. Mereka memasuki arena politik dengan bekal pengakuan publik yang telah terbentuk sebelumnya. Industri hiburan, media massa, dan kini media sosial terus memproduksi figur-figur populer yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketika Popularitas Mengalahkan Kapasitas


Dalam masyarakat yang sangat dipengaruhi media, tidak mengherankan jika sejumlah selebritas berhasil menembus politik formal. Ketika figur semacam ini masuk ke dunia politik, mereka tidak memulai dari titik nol. Popularitas yang telah terbangun dapat dengan mudah dikonversi menjadi dukungan elektoral.

Fenomena ini berangkat dari konsep otoritas karismatik yang dijelaskan Max Weber. Karisma muncul ketika masyarakat memberikan pengakuan terhadap figur yang dianggap memiliki daya tarik atau wibawa tertentu. Namun dalam dunia selebritas, karisma sering kali tidak lahir dari pengalaman kepemimpinan, melainkan dari konstruksi media. Film, televisi, dan media sosial menjadikan perhatian publik sebagai komoditas sosial yang dapat dipertukarkan dengan berbagai bentuk kekuasaan.

Dalam masyarakat yang sangat dipengaruhi media, tidak mengherankan jika sejumlah selebritas berhasil menembus politik formal. Sebagian di antaranya bahkan mampu menunjukkan kinerja politik yang serius. Di Indonesia, misalnya, beberapa figur dari dunia hiburan berhasil menempuh jalur politik dan menjalankan fungsi publik secara relatif baik. Sebut saja sejumlah selebritas yang berhasil menjalankan fungsi publik seperti; Rieke Diah Pitaloka, Dede Yusuf, atau Angelina Sondakh.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa latar belakang dunia hiburan tidak otomatis menjadi hambatan dalam politik. Namun perpindahan dari panggung hiburan ke arena kekuasaan tetap memerlukan proses pembelajaran yang serius.

Setiap arena sosial memiliki logika permainannya sendiri. Popularitas di panggung hiburan tidak otomatis berarti memahami tata kelola pemerintahan, kompleksitas kebijakan publik, ataupun kerumitan hukum.

Masalah muncul ketika modal simbolik tidak diimbangi dengan kompetensi politik. Popularitas mungkin cukup untuk memenangkan pemilu, tetapi tidak cukup untuk menjalankan pemerintahan.

Dalih “tidak memahami hukum” yang disampaikan seorang kepala daerah berlatar belakang selebritas memperlihatkan dengan jelas jurang antara popularitas dan kapasitas. Demokrasi elektoral memang memungkinkan seseorang meraih kekuasaan melalui suara pemilih, tetapi kualitas kepemimpinan tetap ditentukan oleh kemampuan menjalankan kekuasaan secara bertanggung jawab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Peneliti BRIN Siti Zuhro:...
Peneliti BRIN Siti Zuhro: Daerah Maju Kuncinya Inovasi dan Gotong Royong, Stop Mengeluh!
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Rekomendasi
TikTok Gelontorkan Rp3,6...
TikTok Gelontorkan Rp3,6 Miliar Edukasi Gizi dan Angkat Potensi Pangan Lokal
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved