Perang Pencegahan Israel-AS ke Iran Menjadi Bumerang Peradaban

Minggu, 01 Maret 2026 - 06:04 WIB
loading...
A A A
Hal yang kita takutkan adalah bagaimana dunia internasional acap membiarkan konflik semacam ini terus melaju tanpa ada arsitektur perdamaian yang benar-benar efektif. Kita memiliki Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), badan badan multilateral, dan berbagai forum diplomasi, termasuk Badan Perdamaian (Board of Peace/BOP), yang baru dibentuk Trump, namun, senjata sudah disiapkan berperang, bahasa diplomasi tampak seperti panggung formalitas belaka. Kekerasan terus berulang karena logika dominasi masih dianggap lebih unggul daripada logika kompromi.

Kita jangan melupakan skenario kemanusiaan yang menganga. Jika konflik meluas, AS dan Israel mungkin akan fokus pada fasilitas nuklir. Namun, rudal balistik Iran tidak mengenal zona aman. Lebih dari 13.000 warga Israel mengungsi dalam perang Juni lalu.

Di pihak Iran, warga sipil di Teheran, Isfahan, dan kota-kota lain hidup dalam cengkeraman ketakutan. Dan ketika perang pecah, satu-satunya yang diuntungkan adalah para pedagang senjata.

Sementara itu, Houthi di Yaman, Hezbollah di Lebanon, dan milisi di Irak bisa tergerak untuk membuka front baru. Ini bukan lagi perang Israel vs Iran; ini adalah api yang siap membakar seluruh kawasan.

Di era globalisasi, perang di Teluk tidak akan berhenti di Teluk. Dua puluh persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Begitu Selat ini ditutup atau menjadi medan perang, harga minyak akan meroket. Inflasi akan mengguncang Eropa, Asia, dan Afrika.

Negara berkembang, termasuk Indonesia, akan merasakan dampaknya melalui harga BBM dan gejolak nilai tukar. Belum lagi gelombang migrasi dan pengungsi yang akan terjadi menjadi masalah kemanusiaan.

Pungkasannya, Israel dan AS hari ini memilih jalan yang acap mereka tempuh, yaitu jalan bom dan rudal. Dan seperti biasa, jalan tersebut tidak pernah membawa perdamaian. Yang dihasilkan hanyalah siklus dendam yang tak berkesudahan, dan juga matinya warga sipil dan kehancuran peradaban.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved